Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

BKKBN: Usia Perkawinan di Sumbar di Atas Rata-Rata Nasional

Senin 19 Aug 2019 01:06 WIB

Red: Ratna Puspita

Kampanye Gerakan Stop Perkawinan Anak. (Ilustrasi)

Kampanye Gerakan Stop Perkawinan Anak. (Ilustrasi)

Foto: Aditya Pradana Putra/Antara
Pernikahan di bawah umur masih terjadi di Sumbar, terutama di daerah pinggiran.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nofrijal menyebutkan usia perkawinan di Sumatera Barat ini di atas rata-rata nasional. Usia perkawinan di Sumbar hampir mencapai usai 22 tahun, sedangkan usia perkawinan secara nasional hanya 20 tahun.

Baca Juga

“Ini patut kita syukuri, dengan berbagai program yang ada kita dapat mengantisipasi terjadinya pernikahan dini,” kata dia saat peringatan Hari Remaja Internasional di Padang, Ahad (18/8).

Menurut dia, pernikahan di bawah umur sebenarnya masih terjadi di Sumatera Barat terutama di daerah pinggiran yang masih belum terjamah penyuluh atau informasi bahayanya pernikahan dini. “Daerah seperti Mentawai dan lainnya masih terjadi karena berbagai faktor mulai dari budaya, ekonomi dan lainnya,” kata dia.

Dalam peringatan Hari Remaja Internasional yang jatuh pada 12 Agustus diperingati di Pantai Muaro Lasak, BKKBN menyosialisasikan program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) kepada 150 remaja generasi berencana (Genre) dari kabupaten/kota di Sumbar. Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat Syahruddin mengatakan untuk meningkatkan sosialisasi program (PUP) yakni untuk perempuan usia 21 tahun dan untuk laki-laki 25 tahun.

“Kita berharap semua remaja punya konsep, pemahaman pendewasaan usia perkawinan dengan terencana dan terukur,” katanya.

Ia mengatakan jika mereka memiliki konsep tersebut maka mereka akan mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana. Selain itu, berkarier dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Ia menyebutkan secara program Sumatera Barat telah mencapai target, yaitu untuk usia kawin pertama remaja perempuan sudah menunjukkan usia 22,7 tahun. Sementara untuk Age Spesifik Pertility Rate (ASFR) umur 15-19 tahun, yaitu dari 1000 wanita yang melahirkan anak pertama di Sumbar, masih ada 18 orang yang melahirkan pada umur tersebut.

“Angka-angka ini menunjukkan kita lebih rendah dari Nasional yaitu 1000/33,” katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA