Jumat 23 Aug 2019 18:49 WIB

Watu Payung Raih Juara 2 Nasional Lomba Wana Lestari

Rumah Zakat ikut membina agar Watu Payung semakin dikunjungi.

Watu Payung.
Foto: rumah zakat
Watu Payung.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Desa Berdaya Girisuko adalah salah satu Desa Berdaya Rumah Zakat di Kecamatan Panggang, Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Seperti kebanyakan tempat di Gunung Kidul yang memiliki pemandangan indah dan banyak dijadikan destinasi wisata, Desa Girisuko juga memiliki pemandangan alam yang sangat eksotis dan menakjubkan.

Dari potensi inilah warga lokal setempat menjadikannya destinasi wisata sejak 3 tahun lalu yang dinamakan Watu Payung. Di Watu payung pemandangan alam perbukitan Sewu dengan sungai Oya yang melintang membatasi antara Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul akan terlihat.

Watu Payung juga menawarkan pemandangan sunset dan sunrise yang sangat mempesona. Tahun 2017 Kelompok Tani Hutan (KTH) didampingi Iwan Saputra selaku Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat, bekerjasama dengan Komunitas Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengembangkan Watu Payung menjadi destinasi yang bisa dikunjungi. Bukan hanya warga lokal Girisuko saja, melainkan juga wisatawan lainnya dari luar Girisuko.

Di momentum kemerdekaan tahun ini, Watu Payung mendapatkan penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan menyabet juara 2 Nasional Wana Lestari 2019. Penghargaan diberikan di Gedung Manggala Wana Bhakti oleh Bambang Hendroyono selaku sekjen KLHK dan diterima langsung oleh Iwan Saputra.

Dipilihnya Watu Payungkarena memenuhi aspek yang menjadi kategori perlombaan Wana Lestari. Lomba Wana Lestari ini terkait dengan 3 hal yaitu mengenai pengelolaan Hutan Negara mencakup pengelolaan Kawasan Hutan, Kelmbagaan dan usaha yang dilakukan oleh kelompok dan komunitas.

“Alhamdulillah syukur atas semua nikmat yang banyak dan tak terhitung yang di berikan Allah, terutama untuk kami binaan Rumah Zakat dalam mengembangkan Wisata Alam Geoforest Watu Payung. Di ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ini lolos dalam revalidasi Geopark Unesco dan tetap berhak menyandang Geoforest GGE UNESCO serta Juara 2 nasional Lomba Wana Lestari,” ujar dia.

Pencapaian ini  menjadikan tantangan untuk mampu menjaga dan mempertahankan. Semoga akan membawa kebaikan untuk umat dan nama baik bangsa. “Semoga menjadikan lebih baik dan  membawa kebaikan dunia akhirat," ujar Iwan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement