Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

ACT Solo Distribusikan 100 Ribu Liter Air

Jumat 23 Aug 2019 15:01 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Bantuan air bersih Aksi Cepat Tanggap (ACT) disalurkan kepada warga yang kesulitan mengakses air bersih akibat musim kemarau di wilayah Jawa Tengah, Jumat (23/8). Sebanyak 270 ribu liter air bersih disalurkan untuk wilayah terdampak kekeringan di 10 daerah di Jawa Tengah.

Bantuan air bersih Aksi Cepat Tanggap (ACT) disalurkan kepada warga yang kesulitan mengakses air bersih akibat musim kemarau di wilayah Jawa Tengah, Jumat (23/8). Sebanyak 270 ribu liter air bersih disalurkan untuk wilayah terdampak kekeringan di 10 daerah di Jawa Tengah.

Foto: dok. ACT Jateng
ACT Solo berkomitmen mengirim jutaan liter air bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, SRAGEN - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo memdistribusikan bantuan air bersih di Dusun Geneng Sari Desa Banyuurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen, Kamis (22/8). Pada kesempatan tersebut sebanyak 100 ribu liter air bersih telah terdistribusikan merata di wilayah kekeringan di Sragen dan Klaten. 

Baca Juga

Aksi distribusi bantuan air bersih tersebut menggunakan Humanity Mobile Watertank ACT Solo dengan kapasitas daya tampung air 8.000 liter yang telah resmi diluncurkan pada hari yang sama. Kepala Cabang ACT Solo, Septi Endrasmoro, mengatakan dengan diluncurkan Humanity Mobile Watertank, aksi-aksi kemanusiaan ACT dalam merespon bencana kekeringan dapat memberikan dampak kemanfaatan bagi masyarakat yang kekurangan air bersih.

"ACT Solo berkomitmen untuk mengirim bantuan jutaan liter air bersih sebagai pengentasan bencana kekeringan di Solo Raya," ujarnya seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (23/8). 

Menurutnya, bantuan air bersih akan terus didistribusikan ke daerah kekeringan. Selain di Kabupaten Sragen dan Klaten distribusi bantuan air bersih juga dilakukan di Wonogiri dan Boyolali. 

Menurut informasi dari warga, Dusun Genengsari, Kecamatan Jenar, Sragen sangat minim bantuan air bersih. Alhasil, kebutuhan air bersih tidak tercukupi. Musim panas menyebabkan sumur warga dengan kedalaman 15 meter kering semuanya.

Seorang warga Genengsari, Marsiti mengatakan bantuan air bersih yang datang ke dusun tersebut sangat jarang. "Kadang sampai seminggu tidak ada bantuan air bersih, warga berterima kasih banyak saat ada bantuan air bersih datang," ucapnya. 

Marsiti menyatakan, bantuan air bersih tersebut dimanfaatkan warga untuk kebutuhan makan dan minum saja. Sedangkan untuk mandi dan mencuci warga mengambil air di sungai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA