Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Warga Srinagar Pasang Barikade Halangi Pasukan India

Rabu 21 Aug 2019 05:46 WIB

Rep: umar mukhtar/ Red: Muhammad Subarkah

Prajurit Paramiliter India memeriksa tas seorang pria yang mengendarai skuter saat jam malam di Srinagar, Kashmir yang dikuasai India, Kamis (8/8).

Prajurit Paramiliter India memeriksa tas seorang pria yang mengendarai skuter saat jam malam di Srinagar, Kashmir yang dikuasai India, Kamis (8/8).

Foto: AP Photo/Dar Yasin
Warga Srinagar memasang barikade untuk mencegah masukanya pasaukan India,

REPUBLIKA.CO.ID, SRINAGAR -- Warga di daerah Soura, Srinagar, Kashmir, memasang barikade untuk mencegah masuknya pasukan keamanan India ke permukiman mereka. Selama sepekan terakhir barikade itu dibuat dengan berbagai macam bahan yang bisa dipakai untuk menghalangi pasukan India masuk.

Laporan Reuters yang dikutip Aljazira, Selasa (20/8), menyebutkan warga sepanjang waktu secara bergiliran berupaya mengusir pasukan India dari wilayah permukiman mereka dengan memasang barikade. Barikade ini dibuat dengan batang pohon yang ditebang, batu besar, pagar kawat berduri maupun seng dan benda lainnya.

Di belakang barikade itu, para pemuda telah bersiap untuk mengusir pasukan India khususnya polisi paramiliter, dengan batu. "Kami tak punya suara, kami 'meledak' dari dalam," kata seorang pemuda di Soura. "Jika dunia tidak mau mendengarkan kita juga, lalu apa yang harus kita lakukan? Mengambil senjata?," tambahnya.

Soura adalah daerah permukiman bagi sekitar 15 ribu dan memang menjadi pusat perlawanan atas langkah pemerintah India pada 5 Agustus yang mencabut status otonomi Jammu dan Kashmir, satu-satunya wilayah dengan mayoritas Muslim di India.

Sejak pengumuman pencabutan status otonomi itu, warga di Soura memasang barikade di jalan-jalan. Di Soura, sulit untuk menemukan satu orang saja yang mendukung keputusan Perdana Menteri India Narendra Modi. Warga bahkan menyebut Modi sebagai pemimpin yang zalim.

Beberapa Muslim di Kashmir mengungkapkan ketakutannya terhadap kebijakan Modi. Mereka khawatir, kalangan mayoritas di India akan membanjiri wilayah subur di kaki Himalaya itu. Kekhawatiran terbesar yakni adanya tekanan dan penghapusan identitas, budaya dan agama di Kashmir.

Warga di Soura mengatakan lusinan orang terluka dalam bentrokan dengan polisi paramiliter selama sepekan terakhir. Belum diketahui pasti berapa banyak yang telah ditahan pasukan India.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA