Selasa, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

Selasa, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

Cara Sederhana Santri di Jateng Maknai HUT Ke-74 RI

Senin 19 Agu 2019 13:53 WIB

Rep: Bowo Pribadi / Red: Nashih Nashrullah

(Ilustrasi) Pengibaran duplikat bendera pusaka oleh anggota Paskibraka saat Upacara detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8).

(Ilustrasi) Pengibaran duplikat bendera pusaka oleh anggota Paskibraka saat Upacara detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8).

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Santri di Jateng menggelar upaca bendera dan renungan kemerdekaan.

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK— Semarak puncak HUT ke-74 Kemerdekaan RI baru saja berlalu. Bangsa Indonesia merawat dan memaknai semangat kemerdekaan melalui berbagai cara.

Tak terkecuali kalangan pondok pesantren (ponpes) di Jawa Tengah, yang juga memaknai peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia dengan beragam warna.  

Baca Juga

Di Ponpes Miftahul Jannah, Desa Balerejo Kecamatan Dempet Kabupaten Demak, misalnya, peringatan HUT kemerdekaan RI menjadi momentum menanamkan cinta Tanah Air dan bangsa di kalangan hafiz dan hafizah.  

Pengasuh Ponpes Miftahul Jannah, Kiai Ali Muthoin, mengatakan upacara bendera dan perayaan HUT RI menjadi salah satu upaya untuk menanamkan kecintaan kepada Tanah Air dan bangsa di kalangan santri. Bahkan, dengan menanamkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan pendiri bangsa ini bisa menjadi kiat untuk menangkal radikalisme di lingkungan ponpes. 

"Jika tidak diperingati dan dirayakan bagaimana kita mewariskan sikap cinta Tanah Air kepada generasi penerus ini. Para santri diajak menghormat bendera merah putih sebagai simbol negara Indonesia," jelasnya, Senin (19/8).   

Menurut Muthoin, menghormati bendera dengan mengangkat tangan itu bukan berarti menyembah bendera, melainkan sebagai wujud hormat dan cinta terhadap negara kita. "Itu penghargaan terhadap simbol NKRI," kata dia.

Pada peringatan HUT ke-74 RI, Ponpes Miftahul Jannah juga melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih yang diikuti ratusan hafiz dan hafizah dari berbagai penjuru Tanah Air.  

Pembina upacara juga menekankan, jika masa depan Indonesia ada di tangan para santri penghafal Alquran "Kendati demikian para santri jangan melupakan NKRI," kata dia. 

Di Ponpes Ihsanul Fikri, Mungjid, Kabupaten Magelang, puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI juga dijadikan momentum para santri untuk menguatkan kecintaan kepada NKRI.  

Yanuar Hanif, selaku pembina upacara menyampaikan tentang pentingnya membela negara tercinta NKRI dan persatuan bangsa. Mengutip bagian lagu wajib nasional 'Berkibarlah Benderaku' dalam kondisi apapun, sang saka merah putih harus tetap berkibar di negeri tercinta Indonesia ini.  

"Seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali para santri, harus membela dan menegakkan kedaulatan NKRI," ungkapnya dalam upacara yang diikuti tak kurang 1.750 peserta. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA