Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Idul Adha Eratkan Silaturahim Warga Kota Minnesota

Senin 19 Aug 2019 11:21 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomuti/ Red: Agung Sasongko

Muslim Amerika

Muslim Amerika

Umat Islam tak alami kesulitan melaksanakan Idul Adha.

REPUBLIKA.CO.ID, MINNESOTA -- Razi Masood bergabung dengan kelompok karavan teman-teman Muslim yang menuju ke pengolah daging di pedesaan Minnesota akhir pekan lalu, di mana mereka berpartisipasi dalam ritual keagamaan yang rutin dilakukan setiap tahun oleh Muslim di seluruh dunia.

Mereka memilih kambing di pengolah daging, membantu membawa mereka tukang daging, mengucapkan doa, dan mengambil bagian dalam tradisi Islam sebagai bagian dari ajaran nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya demi Allah. Kemudian dengan kekuasaan Allah Ibrahim mengorbankan seekor domba sebagai gantinya.

Dengan ritual ibadah yang berlangsung setiap tahun tidak heran jika Kambing dan domba selalu tersaji di meja makan di seluruh Minnesota selama Idul Adha. Perayaan  yang berakhir Selasa (13/8), telah menciptakan jalinan abadi antara pertanian Minnesota dan umat Islam negara bagian yang ingin menyembelih hewan dan mendapatkan daging halal sesuai hukum Islam.

"Kami sangat menghargai kesempatan untuk memiliki daging segar dari petani Minnesota. Dan tanpa ini, kita tidak akan pernah pergi ke tempat-tempat pedesaan ini, melihat pertanian atau berinteraksi dengan keramahan orang desa.”Kata Masood, seorang programmer komputer dari Blaine. Dilansir di startribune.com, Ahad (18/8).

Paul Smith, pemilik Geneva Meats, tempat kelompok Masood memimpin, mengawasi kedatangan hampir 300 pelanggan Muslim pada liburan akhir pekan. Smith mengatakan dia belum pernah bertemu seorang Muslim sampai dia didekati oleh sebuah kelompok yang bertanya apakah dia bisa melakukan penyembelihan secara Islam untuk menyediakan daging halal ke Twin Cities.

“Itu sekitar lima tahun yang lalu, ”kata Smith.

Pemroses daging pedesaan lainnya juga melakukan hal yang sama, katanya. Ini adalah situasi yang saling menguntungkan, bagi pelanggan Muslim dan petani serta pengolah daging mereka, yang memiliki pasar kambing dan domba yang berkembang pesat.

Mengolah daging halal, yang sekarang sekitar 40% dari bisnis Smith, telah menghasilkan hubungan lintas budaya dan persahabatan di sepanjang jalan, katanya.

"Banyak orang diantaranya adalah dokter, insinyur," kata Smith. “Ada banyak orang baik. Saya pikir mereka berharap untuk datang dan melihat kami dan saya berharap untuk melihat mereka. "

Kedua pihak saling bertemu selama Idul Adha, hari tersibuk tahun bagi Smith. Ini mencerminkan pasar halal yang telah berkembang pesat untuk makanan halal, diperkirakan 2 miliar dollar di Amerika Serikat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA