Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Sambut Idul Adha, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Dapur Kurban

Sabtu 10 Aug 2019 04:53 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Hasanul Rizqa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Jumat (9/8).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Jumat (9/8).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Pemprov DKI Jakarta gandeng Baznas DKI, ACT, dan Rumah Zakat menyambut Idul Kurban

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Baznas DKI Jakarta, Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan Rumah Zakat. Kerja sama ini untuk mempersiapkan program Dapur Kurban yang ditujukan bagi masyarakat Ibu Kota yang kurang mampu.

Baca Juga

Dapur Kurban nantinya akan menyediakan daging kurban siap saji sehingga mereka bisa langsung menyantapnya, tak perlu memasak atau mengolah daging mentah.

“Kalau kolaborasi begini, jangkauannya akan lebih luas lagi. Jadi yang diberikan ini nantinya adalah daging hasil olahan, daging siap saji atau siap makan,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara penandatanganan kerja sama di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (9/8).

Yang lebih spesial lagi, lanjut dia, juru masaknya adalah kalangan chef yang biasa memasak untuk hotel bintang lima. Dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng sejumlah hotel berbintang untuk bekerja sama.

Alasannya, Anies ingin agar masyarakat yang kurang mampu di daerah yang dipimpinnya itu bisa merasakan masakan ala hotel-hotel berbintang.

“Biasanya di hotel berbintang ini, racikannya yang enak itu hanya bisa dinikmati kalangan menengah ke atas. Insya Allah, besok (sajian) chef yang ada di bintang lima bisa dirasakan masyarakat menengah ke bawah,” papar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Selain itu, Anies juga memilih daging kurban dijadikan bentuk daging olahan. Sebab, dengan demikian daging kurban dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Pengemasannya pun akan menggunakan kaleng, lalu dipaketkan. Pemprov DKI Jakarta juga telah berkonsultasi dengan Asosiasi Keamanan Pangan Indonesia. Hal ini untuk memastikan masakan dengan bahan daging olahan ini aman dikonsumsi.

Dapur Kurban juga dibarengi dengan adanya pelatihan pengolahan daging kurban di beberapa SMK di wilayah DKI Jakarta. Tujuannya agar setelah lulus pelatihan ini, para siswa SMK dapat langsung terampil dan minimal mengetahui bagaimana sebaiknya mengolah daging. “Idul Adha ini mendekatkan yang kuat pada yang lemah, mendekatkan yang makhluk pada Sang Khaliq,” ucap Anies.

 

Inisiasi yang Hebat

Sementara itu, Ketua Baznas DKI Luthfi Fathullah mengaku bersyukur dapat diajak terlibat langsung dalam program Dapur Kurban ini. Ia berharap pada 10 Dzulhijjah 1440 Hijriah ini, semua masyarakat Ibu Kota dapat merasakan kebaikan yang luar biasa.

“Seperti kata Pak Gubernur, Idul Kurban itu mendekatkan yang berpunya ke yang tidak punya, mendekatkan makhluk ke yang Sang Khaliq. Pak Gubernur telah membuat inisiasi yang hebat. Insya Allah ini jadi satu keberkahan bersatu bangun negeri kita tercinta,” kata Luthfi dalam kesempatan yang sama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA