Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

ACT akan Perluas Jangkauan Kurban

Kamis 08 Aug 2019 11:36 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Dwi Murdaningsih

ACT menyebarkan kurban ke Ethiopia.

ACT menyebarkan kurban ke Ethiopia.

Foto: ACT
Program kurban luar negeri ACT akan menyasar 55 negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lukman Azis menyatakan, menjelang Hari Idul Adha 1440 ACT selain mendistribusikan daging hewan kurban di dalam negeri, juga akan membagikannya ke negara lain.

"Pendistribusian ke mancanegara diprioritaskan kepada negara-negara yang memiliki krisis kemanusiaan akibat bencana konflik atau perang, bencana alam dan sebagainya," kata dia kepada Republika.co.id, Selasa (6/8).

Lukman menjelaskan, pendistribusian ke mancanegara ini karena berbagai persoalan kemanusiaan tidak dibatasi wilayah sebuah negara. "Masalah-masalah kemanusiaan tidak dibatasi oleh batas negara atau sekat-sekat wilayah. Selama ada masalah kemanusiaan, maka itu sasaran program implementasi kurban kita," paparnya.

Untuk pendistribusian di dalam negeri, Lukman mengatakan, distribusi daging kurban di dalam negeri dilakukan di 34 provinsi, 256 kabupaten/kota se-Indonesia. Menurutnya, seluruh lembaga filantropi di Indonesia tentu mengutamakan distribusi di dalam negeri.

"Insya Allah di dalam negeri banyak yang sudah bergandengan tangan membantu, termasuk ACT. Karenanya ACT berprinsip, yang jauh saja dibantu, apalagi yang dekat," tuturnya.

Negara-negara yang akan menerima distribusi daging kurban ACT, yaitu seperti Palestina, Suriah, Yaman, Somalia, dan Ethiopia. Sedangkan kelompok atau komunitas yang akan menerima, misalnya Uighur, Rohingya dan beberapa lainnya.

ACT pada Idul Adha tahun ini memperluas jangkauan Global Qurban dengan menyalurkan kurban ke sejumlah negara. PIC Distribusi Global Global Qurban (GQ) ACT, Andi Noor Faradiba, mengatakan program kurban luar negeri akan menyasar 55 negara.

Di antaranya Palestina, Yaman, Suriah, Turki, Bangladesh, Somalia, Mali, Uganda, Myanmar, dan lainnya. Tahun ini, penerima kurban ACT di luar negeri ditargetkan mencapai 1 juta jiwa. Dalam menggelorakan kurban baik di dalam negeri maupun luar negeri, ACT mengusung tagline "Dermawan Berkurban".

Tujuan kurban di luar negeri, lanjut Andi, agar pendistribusian kurban dirasakan oleh sebanyak-banyaknya kaum Muslim, apalagi di daerah yang masyarakatnya miskin dan sulit bagi mereka mendapatkan daging kurban. Sehingga daging kurban tidak hanya dirasakan oleh mereka di perkotaan karena distribusi yang tidak merata.

Andi menuturkan, penyaluran kurban untuk luar negeri sebesar 40 persen, sedangkan dalam negeri sebesar 60 persen. Dalam penyaluran kurban tersebut, ACT mengirim dana milik pekurban kepada mitra lokal yang dipercaya di negara bersangkutan.

ACT juga mengirim tim monev atau personel yang diberangkatkan langsung ke lokasi distribusi kurban. Tim monev tersebut akan bersentuhan langsung dengan seluruh proses pembelian hingga pendistribusian daging kurban dengan bekerja sama dengan NGO terpercaya di negara tersebut.

Biasanya, kata Andi, tim monev dikirim ke negara-negara di mana banyak dilakukan pemotongan hewan kurban atau ke negara dengan mitra baru. Tetapi, tidak semua negara terdapat tim monev, lantaran ACT sudah memiliki mitra lokal di negara bersangkutan.

Di antara negara-negara penerima kurban ACT, lanjut Andi, negara-negara di Afrika mendapatkan distribusi daging kurban paling banyak. Di wilayah lainnya, ACT juga kerap menyalurkan kurban ke Palestina, tepatnya di wilayah Gaza. "Distribusi kurban ke Afrika hampir 50 persen dari porsi luar negeri (40 persen)," tambahnya.

Tahun ini, ACT menargetkan capaian kurban sebanyak 75 ribu setara kambing (SK). Untuk berkurban melalui ACT, mudhohi (orang yang berkurban) bisa membuka situs www.globalqurban.com.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA