Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Pesan Terakhir Mbah Moen Jelang ke Makkah untuk Gus Yasin

Rabu 07 Aug 2019 19:30 WIB

Rep: Bowo Pribadi / Red: Nashih Nashrullah

Calon wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 Taj Yasin (kiri) berdialog dengan ulama kharismatik yang juga ayahnya Maimoen Zubair (tengah) saat berlangsung Syawalan Akbar dan Doa Bersama di lapangan Soepadi Mungkid, Magelang, Jateng, Jumat (22/6).

Calon wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 Taj Yasin (kiri) berdialog dengan ulama kharismatik yang juga ayahnya Maimoen Zubair (tengah) saat berlangsung Syawalan Akbar dan Doa Bersama di lapangan Soepadi Mungkid, Magelang, Jateng, Jumat (22/6).

Foto: Antara/Anis Efizudin
Gus Yasin berangkat ke Makkah untuk ziarah ke Mbah Moen.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG—Sehari setelah berpulangnya ulama kharismatik, KH Maimoen Zubair, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen baru bertolak ke tanah suci, Rabu (7/8) pagi.

Baca Juga

Keberangkatan Gus Yasin, panggilan akrab Taj Yasin Maimoen, yang juga putra KH Maimoen Zubair tersebut, untuk berziarah di tempat peristirahatan terakhir ayahandannya, makam Ma’la, Makkah.

Di balik keberangkatan Gus Yasin, terungkap pesan terakhir Almarhum KH Maimoen Zubair kepada Gus Yasin, termasuk kenangan terakhir Gus Yasin terhadap ayahnya tersebut, sebelum berangkat menunaikan ibadah haji.

“Saya mendapat pesan khusus dari beliau, KH Maimoen Zubair untuk Jawa Tengah. Pesan khusus tersebut agar sebagai pemimpin di Jawa Tengah terus bersinergi, membawa perubahan untuk Jawa Tengah,” kata Gus yasin.

Pesan tersebut disampaikan KH Maimoen Zubair kepada Gus Yasin sebelum berangkat ke tanah suci. Namun Gus Yasin tidak menyangka, pesan itu adalah wejangan terakhir Almarhun KH Maimoen Zubair untuk dirinya.

Mbah Moen, lanjutnya, menginginkan Jawa Tengah berubah menjadi lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera. Selain untuk Jawa Tengah, Mbah Moen juga berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Pesannya sederhana, yakni agar selalu menjaga kebersamaan dan menjunjung tinggi falsafah Bhineka Tunggal Ika,” kata Wagub Jawa Tengah.

Mbah Moen bahkan mencontohkan bagaimana beliau mengapresiasi pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, pun demikian pertemuan pak Prabowo dengan bu Megawati. “Menurut beliau, hal semacam itu penting untuk menjaga kebersamaan dan kebhinekaan,” tambahnya.

Saat melepas keberangkatan KH maimoen Zubair, Gus Yasin sendiri mengaku memiliki kenangan khusus. Saat mengantar keberangkatan untuk ibadah haji, Gus Yasin melihat ada sikap Mbah Moen yang tak seperti biasanya.

Pada saat mengantar ayahnya tersebut sampai garbarata, Gus Yasin sempat minta doa kepada KH maimoen Zubair. Namun Mbah Moen hanya terdiam dan memandangnya hingga beberapa saat.

“Yang saya lihat, beliau ingin menangis, kemudian berkata lirih, ‘ya saya doakan’. Itu terakhir saya bertemu dengan beliau,” tambah Gus Yasin.

Di lain pihak, Gus Yasin mengucapkan banyak terimakasih kepada Presiden, para menteri, para pejabat, jajaran instansi pemerintahan dan seluruh masyarakat Indonesia yang mendoakan almarhum Mbah Moen.  Dia juga mengucapkan terimakasih secara khusus kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo karena telah memberikan dukungan moral kepada dirinya dan seluruh keluarga yang telah ditinggalkan.

“Terimakasih untuk semuanya, terimakasih Mas Ganjar, semoga amal ibadah panjenengan semua dibalas oleh Allah. Kami juga minta didoakan agar keluarga diberi ketabahan untuk menghadapi ujian ini,” lanjutnya. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA