Rabu 07 Aug 2019 12:24 WIB

Di Manakah Desa Talomanoh?

Desa ini merupakan rumah bagi Muslim Thailand.

Masjid Talomanoh.
Foto: Bujangmasjid.blogspot.com
Masjid Talomanoh.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Desa Telok Manok atau Talomanoh adalah desa yang terletak di sebelah selatan Thailand, di dekat perbatasan Malaysia. Desa kecil ini terletak di Teluk Thailand dan berjarak sekitar empat kilometer dari Distrik Bacho. Daerah selatan Thailand yang sering disebut sebagai Patani Besar atau Patani Raya adalah daerah yang terdiri dari Propinsi Pattani, Ala, dan Satu.

Area ini sangatlah unik karena secara demografi masyarakat di daerah ini mayoritas menganut agama Islam yang cukup kuat. Hal ini bertentangan dengan demografi Thailnad yang 97 persen menganut Budha. Banyak umat Muslim yang tinggal di daerah tersebut berasal dari etnik Melayu. Sebagian besar masyarakat Muslim memang berada di Propinsi Narathiwat yang memiliki luas sekitar 4.475 km persegi itu.

Baca Juga

Nama Narathiwat berarti tempat tinggal orang-orang baik. Di daerah ini kaya akan sumber daya alam dan relatif subur. Masyarakat Desa Telok Mano menghidupi diri dengan bertani dan menangkap ikan. Namun, tidak sedikit juga masyarakat yang memperoleh pendapatan dari menangkar emas lokal, hutan rawa gambut, dan resor tepi laut.

Wilayah selatan Thailand pernah diperintah di bawah kekuasaan Kesultanan Patani yang memiliki kemiripan dengan Kesultanan Kelantan di perbatasan Malaysia. Islam tiba di daerah itu pada abad ke-12 melalui perdagangan yang dilakukan oleh orang India, Arab, dan Cina.

Pada 1457 Pengadilan Patani secara resmi memeluk Islam. Dinasti Patani kemudian menjadi sebuah dinasti terbesar dan terpadat di negara bagian Semenanjung Melayu sampai akhir abad ke-17 M. Pada tahun 1688 Dinasti Kelantan kehilangan cahaya dan pengaruhnya.

Pada 1729 daerah Patani mengalami kemenangan perang sipil. Wilayah itu jatuh di bawah pengawasan Siam. Selama berada di bawah kekuasaan Siam, sultan-sultan Patani dan Kelantan diwajibkan membayar upeti dengan mengirimkan bunga atau emas ke Kerajaan Syam. 

Ketegangan agama dan budaya mengakibatkan pemberontakan dari rakyat Patani. Syam harus mengurangi kekuatan dengan membagi daerah tersebut menjadi tujuh provinsi pada 1816 M. Dan sekali lagi, pada 1906 daerah tersebut dibagi menjadi empat provinsi seperti yang dikenal sampai hari ini. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement