Selasa 30 Jul 2019 15:01 WIB

Program Kurban Luar Negeri ACT Menyasar 55 Negara

Tahun ini penerima kurban ACT untuk luar negeri ditargetkan mencapai 1 juta jiwa.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Gita Amanda
ACT menyebarkan kurban ke Ethiopia.
Foto: ACT
ACT menyebarkan kurban ke Ethiopia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) memperluas jangkauan Global Qurbannya pada pelaksanaan Idul Adha 2019 ini. Selain penyaluran kurban di dalam negeri, ACT juga menyalurkan kurban ke sejumlah negara. PIC Distribusi Global Global Qurban (GQ) ACT, Andi Noor Faradiba, mengatakan tahun ini program kurban luar negeri akan menyasar sebanyak 55 negara. Beberapa di antaranya Palestina, Yaman, Suriah, Turki, Bangladesh, Somalia, Mali, Uganda, Myanmar, dan lainnya.

Tahun ini, penerima kurban ACT untuk luar negeri ditargetkan mencapai 1 juta jiwa. Dalam menggelorakan kurban baik di dalam negeri maupun luar negeri, ACT mengusung tagline "Dermawan Berkurban".

Baca Juga

"Tujuan kurban di luar negeri agar pendistribusian kurban dirasakan oleh sebanyak-banyaknya kaum Muslim, apalagi di daerah yang masyarakatnya miskin dan sulit bagi mereka mendapatkan daging kurban. Sehingga daging kurban tidak hanya dirasakan oleh mereka yang tinggal di perkotaan karena adanya distribusi yang tidak merata," kata Noor, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Selasa (30/7).

Ia menuturkan, penyaluran kurban untuk luar negeri ialah sebesar 40 persen, sedangkan dalam negeri sebesar 60 persen. Dalam penyaluran kurban tersebut, ACT mengirim dana milik pekurban kepada mitra lokal yang dipercaya di negara bersangkutan.

Namun begitu, menurutnya, ACT juga mengirim tim monev atau personel yang diberangkatkan langsung ke lokasi distribusi kurban. Tim monev tersebut akan bersentuhan langsung dengan seluruh proses pembelian hingga pendistribusian daging kurban dengan bekerja sama dengan NGO terpercaya di negara tersebut.

Biasanya, kata dia, tim monev dikirim ke negara-negara di mana pemotongan hewan kurbannya banyak atau ke negara dengan mitra baru. Akan tetapi, Noor mengatakan tidak semua negara terdapat tim monev, lantaran ACT sudah memiliki mitra lokal di negara bersangkutan.

Di antara negara-negara penerima kurban ACT, ia mengatakan Afrika merupakan negara-negara yang mendapatkan distribusi kurban paling banyak. Di wilayah lainnya, ACT juga kerap menyalurkan kurban ke Palestina, tepatnya di wilayah Gaza.

"Distribusi kurban ke Afrika hampir 50 persen dari porsi luar negeri (40 persen)," tambahnya.

Tahun ini, ACT menargetkan capaian kurban sebanyak 75 ribu setara kambing (SK). Untuk berkurban melalui ACT, mudhohi (orang yang berkurban) bisa membuka situs www.globalqurban.com.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement