Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Rumah Zakat Salurkan Superqurban di Kampung Kumuh

Sabtu 27 Jul 2019 14:29 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Dwi Murdaningsih

Rumah Zakat (RZ) membagikan 600 Superqurban kepada warga yang tinggal di kampung kumuh, Jalan Reformasi, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (27/7).

Rumah Zakat (RZ) membagikan 600 Superqurban kepada warga yang tinggal di kampung kumuh, Jalan Reformasi, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (27/7).

Foto: republika/muhyiddin
Rumah Zakat bekerja sama dengan IOF.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Zakat (RZ) membagikan 600 Superqurban kepada warga yang tinggal di kampung kumuh, Jalan Reformasi, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (27/7). Penyalurkan bantuan kemanusiaan bertajuk "Ekspedisi Superqurban" ini bekerjasama dengan komunitas Indonesia Off- Road Federation (IOF) Jakarta.

Berdasarkan pantuan Republika.co.id di lokasi, warga kampung reformasi tampak berkumpul di dekat tumpukan sampah. Selain menerima kornet, mereka juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis, mendapatkan bingkisan, dan juga beberapa pakaian layak pakai. 
 
Ketua Kelompok Ketua Kelompok Kampung Reformasi, Nyursi (61) berterima kasih kepada RZ dan IOF yang telah memberikan bantuan kepada warganya yang rata-rata bekerja sebagai pemulung. Menurut dia, selama ini warganya memang sangat kekurangan pangan dan kurang mendapatkan perhatian secara kesehatan. 
 
"Kami berterima kasih sekali. Mudah-mudahan ada lagi seterusnya. Kesehatan yang paling penting, karena orang-orang sini jauh ke rumah sakit, ongkosnya mahal. Syukur-syukur nanti ada tempat kesehatan khusus  di sini," ujar Nyursi kepada Republika.co.id di sela-sela acara Ekspedisi Superqurban, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (27/7).
 
Nyursi sehari-harinya juga bekerja sebagai pemulung. Menurut dia, setidaknya ada 500 KK yang tinggal di kampung kumuh tersebut dan kebanyakan menjadi pemulung. "Penghasilan pemulung sekitar 250-300 per minggu. Yang dikumpulkan biasanya bekas botol aqua, minuman kaleng, plastik, dan botol-botol lainnya," ucapnya. 
 
Setelah barang-barang bekas dikumpulkan, lalu para pemulung tersebut akan menyerahkan kepada pengepul yang datang ke kampung kumuh itu. Menurut Nyursi, para pengepul tersebut kemudian membayar para pemulung, per kilonya sekitar Rp 13 ribu untuk bekas minuman kaleng. 
 
"Warga yang tinggal di sini kebanyakan asalnya dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Pamulang, Indramayu," kata Nyursi. 
 
Para pemulung tersebut tampak antusias untuk memeriksakan kesehatannya dalam acara Ekspedisi Superqurban. Kepala Cabang Rumah Zakat Jakarta, Luthfiyana mengatakan, jumlah warga yang memeriksakan kesehatannya dalam acara ini berjumlah 85 orang. 
 
"Di sini kami salurkan 600 superqurban, terus ada bingkisan jajan, alat-alat sekolah, dan lain-lain. Yang diperiksa kesehatan tadi ada 85 warga. Alhamdulillah bagus semua," ujar Luthfiyana. 
 
Setelah acara ini, menurut dia, Rumah Zakat akan terus menyalurkan superqurban untuk kampung-kampung kumuh lainnya di Jakarta. Superqurban adalah salah satu produk inovasi Rumah Zakat dalam program optimalisasi pelaksanaan ibadah kurban dengan mengolah dan mengemas daging kurban menjadi kornet dan rendang.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA