Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Tiga Peninggalan Dinasti Al-Muwahidun

Ahad 21 Jul 2019 21:12 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

La Giralda, menara adzan setinggi 97,54 meter peninggalan Kerajaan Almohad di abad ke-12 yang kini berubah fungsi menjadi Gereja Katolik.

La Giralda, menara adzan setinggi 97,54 meter peninggalan Kerajaan Almohad di abad ke-12 yang kini berubah fungsi menjadi Gereja Katolik.

Foto: kymri.photoshelter.com
Dinasti al-Muwahidun berdiri di Maroko oleh Muslim Berber di abad-12.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinasti al-Muwahidun berdiri di Maroko oleh Muslim Berber di abad-12. Pendirinya adalah Ibnu Tumart yang berasal dari suku Berber Masmuda di Maroko selatan. Sekitar 1120, al-Muwahidun pertama kali mendirikan negara Berber di Tinmel Pegunung an Atlas.

Mereka berhasil menggulingkan dinasti al-murabitun yang memerintah Maroko pada tahun 1147. Mereka kemudian memperluas kekuasaannya hingga semua wilayah Maghreb pada tahun 1159.

Dominasi al-Muwahidun di Iberia berlanjut hingga 1212, ketika Muhammad III yang bergelar an-Nasir (1199-1214) dikalahkan pada pertempuran di Sierra Morena oleh aliansi para pangeran Kristen di Castile, Aragon, dan Navarre .

Hampir semua wilayah kekuasaan Umayah di Andalusia hilang. Kota-kota besar, seperti Kordova dan Seville jatuh ke tangan orang Kristen pada tahun 1236 dan 1248. Al-Muwahidun terus memerintah di Afrika. Berikut ini adalah tiga Peninggalan Al-Muwahhidun.

Masjid Kutubiyah

Letaknya di wilayah Medina barat daya Marrakech. Masjid ini dihiasi dengan jendela melengkung, dan lengkungan dekoratif. Di dalamnya terdapat ruang yang luas dengan taman, dan diterangi oleh sinar matahari.

Juga menara setinggi 77 meter. Masjid ini selesai dibangun saat pemerintahan Khalifah al-Muwahidun Yaqub al-Man sur (1184 hingga 1199). Konstruksinya menginspirasi bangunan lain, seperti Seville Giralda dan Menara Hassan Rabat, yang dibangun pada periode yang sama.

La Giralda

La Giralda pada awalnya dibangun sebagai menara untuk Masjid Agung Seville di Andalusia pada masa pemerintahan Dinasti al-Muwahidun. Masjid ini dibangun untuk menggantikan Masjid Umayyah 'Addabas karena jamaah semakin banyak sehingga masjid yang lama tidak dapat menampungnya. Khalifah Abu Ya'qub Yusuf memerintahkan untuk membangunnya pada tahun 1171.

Sejak awal, ilmuwan dan arsitektur dari berbagai wilayah terlibat dalam pembangunannya. Khalifah berinvestasi besar. Dia sering mendatangi dan memantau pembangunannya. Pada 1176, masjid selesai dibangun. Menara dibangun dengan menggunakan batu bata lokal dan mar mer. Pada tanggal 10 Maret 1198, menara ini dilengkapi dengan penambahan empat logam mulia.

Istana Atalaya

Bangunan ini terletak di Villena, Provinsi Alicante, Spanyol selatan. Terletak di atas Sierra de la Villa, di bagian barat laut provinsi Alicante. Ia berada di bekas perbatasan antara Kastilia dan Kerajaan Aragon.

Di sana terdapat ruang dalam yang lebih besar yang biasanya dijaga. Ruangan itu biasa digunakan sebagai titik kumpul para pengunjung. Di sana para pengunjung dapat menyaksikan menara bundar di sudut-sudutnya yang indah. Tembok-tembok di dalamnya dibangun pada era al-Muwahidun, dan ditutup pada abad ke-15 atas perintah penguasa setempat. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA