Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Rumah Zakat dan BPJS Bantu Berdayakan Mantan Pekerja Migran

Rabu 17 Jul 2019 05:00 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Dwi Murdaningsih

Pembinaan Peternak Domba. Rumah Zakat memberi pembinaan kepada peternak domba desa berdaya.

Pembinaan Peternak Domba. Rumah Zakat memberi pembinaan kepada peternak domba desa berdaya.

Foto: Rumah Zakat
Mantan pekerja migran diberdayakan melalui Srikandi.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOREJO -- Rumah Zakat bersama Yayasan Al-Magfiroh BPJS Ketenagakerjaan menetapkan Purworejo sebagai desa berdaya Rumah Zakat sejak 2014 lalu. Ketetapan ini dilakukan dengan harapan agar masyarakat Purworejo dapat lebih sejahtera.

Kendal, termasuk dalam 10 kabupaten dan kota yang telah diberikan gelar sebagai desa berdaya. Desa ini juga menjadi penyalur pekerja migran terbesar di Indonesia. Namun banyaknya mantan buruh migran yang tidak memiliki pekerjaan setelah kembali dari rantau, menimbulkan masalah lain.

Hikmah, salah satu relawan inspirasi Rumah Zakat menggagas sebuah program pemberdayaan untuk menuntaskannya. Program yang diberi nama Srikandi itu terdiri dari beberapa kelompok usaha yang didalamnya diisi okeh pada mantan pekerja migran.

“Adanya Srikandi ini, bertujuan untuk memberikan alternatif sumber penghidupan dan memperbaiki kondisi hidup para mantan pekerja migran,” kata Hikmah dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Selasa (16/7).

Hikmah menjelaskan, proses pembentukan Srikandi harus melalui tahap yang cukup panjang. Setelah pembentukan kelompok, Himah kemudian melakukan pendampingan usaha secara rutin dan berkala, untuk meningkatkan motivasi berwirausaha para mantan pekerja migran.

“Setelah tercipta iklim yang kondusif, selanjutnya diberikan bantuan sarana usaha, pelatihan keterampilan dan pendampingan legalitas usaha,” kata Hikmah.

Meski tidak mudah, Hikmah mengaku usahanya membuahkan hasil. Kini, para perempuan mantan pekerja migran telah memiliki minat dalam berwirausaha. 67 persen dari mereka bahkan menunjukkan minat yang sangat tinggi, kata Hikmah.

“Mereka mengaku merasa lebih dihargai jika memiliki usaha sendiri serta bisa berinovasi dengan membuat hal yang bersifat kreatif,” katanya.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA