Saturday, 16 Zulhijjah 1440 / 17 August 2019

Saturday, 16 Zulhijjah 1440 / 17 August 2019

Cara Pendayagunaan Internet di Ponpes Assalam Sukoharjo

Selasa 16 Jul 2019 05:09 WIB

Rep: Binti Sholikah / Red: Nashih Nashrullah

Peringatan Hari Santri (Ilustrasi)

Peringatan Hari Santri (Ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Internet hanya digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO— Pengelolaan internet di pesantren ternyata juga berhasil dalam mendukung belajar mengajar.  Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, telah memanfaatkan teknologi internet untuk proses pembelajaran para santri sejak 2008. Pemanfaatan internet dinilai membawa manfaat bagi proses pembelajaran. 

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak kepada santri untuk memanfaatkan internet termasuk media sosial untuk proses pembelajaran. 

Baca Juga

Kepala Unit Penjamin Mutu PPMI Assalaam, Ustaz Asa Zain Muttaqin, mengatakan para santri dan guru di PPMI Assalaam telah memanfaatkan internet dan media daring untuk proses pembelajaran maupun dalam penyiapan perangkat pembelajaran dan sebagainya. 

Saat ini, kata dia, perangkat pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan sebagainya harus dipersiapkan guru. Di PPMI Assalaam sudah memanfaatkan teknologi internet untuk memproses segala perangkat yang ada. Dia mencontohkan, penggunaan Office 365, sehingga semua administrasi perangkat yang ada menggunakan sistem tersebut.   

"Kalau untuk siswa semua kelas sudah difasilitasi LCD dan wifi jadi ketika guru harus merujuk pada referensi tertentu di internet bisa langsung memaparkan materi tersebut kepada para siswa di setiap kelas. Tapi anak itu sendiri tidak dibekali dengan semua perangkat yang ada," paparnya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (15/7). 

Sebab, lanjutnya, prinsip yang dipegang PPMI Assalaam, internet itu seperti dua mata pisau. Sisi positifnya mempermudah komunikasi dan mencari referensi apapun, tetapi juga banyak sisi negatifnya bagi anak-anak usia SMP dan SMA.

Karenanya, pengurus pondok betul-betul memilah, memilih, dan membatasi hal-hal tertentu untuk mencegah hal-hal negatif. Kemudian, luar kelas terdapat fasilitas laboratorium komputer yang tersambung internet yang dapat diakses sesuai jadwal. 

"Di luar sekolah para santri tidak bisa mengakses gawai. Mereka beraktivitas lain atau aktivitas fisik yang tidak menggunakan perangkat-perangkat itu," imbuhnya. 

Sedangkan media sosial, menurut Ustaz Asa, PPMI Assalaam belum memanfaatkan untuk proses pembelajaran. Selain itu, penggunaan internet juga ada pembatasan konten-konten tertentu yang diatur oleh server di pondok tersebut. Namun, Ustaz Asa mengaku tidak mengetahui secara persis mengenai pembatasan konten tersebut. "Tapi di situ ada record-nya kita bisa melihat mana hal mendidik dan mana yang tidak perlu," kata dia.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA