Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

MUI-KPI Gelar Anugerah Syiar Ramadhan

Senin 15 Jul 2019 22:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin (tengah) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis usai membuka acara Anugerah Syiar Ramadhan 2019 di Jakarta, Senin (15/7).

Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin (tengah) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis usai membuka acara Anugerah Syiar Ramadhan 2019 di Jakarta, Senin (15/7).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Lembaga penyiaran diminta memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menggelar Anugerah Syiar Ramadhan pada Senin malam (15/7). Acara ini bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin mengaku bersyukur penyelenggaraan Anugrah Syiar Ramadhan setiap tahunnya selalu mengalami kemajuan. Menurutnya kemajuan ini merupakan tugas utama MUI sebagai penjaga umat dari akidah yang menyimpang.

Oleh karena itu, kata KH Maaruf, MUI selama berdirinya sudah banyak mengeluarkan fatwa untuk mencegah umat dari cara berpikir yang menyimpang, cara berpikir yang intoleran dan gerakan-gerakan yang ekstrem.

"Itu dilakukan menjaga diri umat dari perilaku yang tidak baik," katanya saat membarikan sambutanya pada Anugerah Syiar Ramadhan, Senin (15/7).

KH Maaruf berpesan kepada semua lembaga penyiaran, ketika menyiarakan tayangan terutama program dengan konten beragama  harus tepat, mendidik memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat.

KH Maaruf mengatakan, tugas khadimul ummah (MUI) sebagai mitra pemerintah juga telah membantu pemerintah dalam rangka melakukan pembangunan fisik atau nonfisik terutama dalam membangun karakter bangsa.

"Atau membangun karakter building atau yang sekarang lebih dikenal dengan revolisi mental," ujarnya.

KH Maaruf program yang disiarakan seluruh televisi menjadi bagian dari perhatian MUI. Menurutnya perhatian terhadap program siaran itu penting agar media televisi dalam menyiarkan programnya dilakukan dengan baik.

"Makanya MUI mengeluarikan Fatwa tentang cara bermuamalah menggunakan medsos itu agar digunakan dengan baik. Namanya fatwa muamalah medsosia," katanyan disambut gelak tawa.

KH Maaruf mengatakan, pada awalnya Anugerah Syiar Ramadhan ini diselenggarakan hanya oleh MUI pada tahun 2000 an. Baru pada tahun 2018-2019 KPI dan Kemenpora ikut bergabung bekerjasama mendukung acara ini.

"Alhamdulillah tahun ini Bank Syariah Mandiri turut berpartisipasi dalam acara ini," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA