Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Rumah Zakat Prioritaskan Distribusi Daging Kurban ke Pelosok

Senin 15 Jul 2019 17:21 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Hasanul Rizqa

CEO Rumah Zakat Nur Efendi memaparkan paparannya pada  acara konferensi pers di kantor Rumah Zakat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Senin (6/5).

CEO Rumah Zakat Nur Efendi memaparkan paparannya pada acara konferensi pers di kantor Rumah Zakat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Senin (6/5).

Foto: Abdan Syakura
Rumah Zakat mendistribusikan daging kurban ke 1.453 titik desa se-Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Daerah terpencil, pelosok, dan yang tidak terjangkau selama ini, merupakan prioritas pendistribusian daging kurban dari Rumah Zakat. CEO Rumah Zakat Nur Efendi menjelaskan, secara umum distribusi daging kurban yang dilakukan lembaga filantropi itu terdapat di 1.453 titik desa. Semuanya tersebar di 34 provinsi se-Indonesia.

"Di antara 1.453 titik itu, distribusi kurban dilakukan di daerah terpencil, terluar, dan yang memang belum pernah merasakan daging kurban. Pastinya, persentasenya akan lebih besar daripada yang membutuhkan. Artinya, kalau yang membutuhkan itu, kita tidak salurkan di situ mereka sudah dapat daging kurban," kata Nur Efendi, saat dihubungi Republika.co.id, Senin (15/7).

Baca Juga

Dari total titik distribusi tersebut, ada beberapa wilayah terluar di berbagai daerah yang menjadi tujuan pendistribusian kurban Rumah Zakat. Di Aceh, misalnya, ada Desa Bukit Tempurung dan Desa Darul Aman. Di Sumatra Utara, ada Desa Indrayaman dan Dusun Rambah Serit. Di Bengkulu, ada Desa Pondok Kubang. Di Sumatra Selatan ada Desa Danau Gerak. Di Bangka Belitung ada Desa Selindung Baru. Di Lampung, ada Desa Sukajaya Lempasing.

Di Banten ada Kampung Cinakem. Di Jawa Barat, ada Kampung Gambung, Desa Dauwan Kidul, Kampung Dukuh Dalam, Desa Cijati, Kampung Pilar, dan Kampung Ciloma. Di Jawa Timur ada Dusun Sagi dan Dusun Banaran. Di Lombok ada Kemangi dan di NTB ada Dusun Dasan Reban. Di NTT ada Kampung Komodo.

Di Kalimantan Barat ada Desa Dabong. Di Kalimantan Selatan ada Pulau Sebuku dan Pasar Terapung. Di Sulawesi Selatan ada Dusun Topejawa, Dusun Palemba, dan Pannara. Di Sulawesi Utara ada Kecamatan Tabukan Utara. di Sulawesi Tengah ada Suku Ta Wana.

Di Maluku ada Desa Bula, Foramadiahi, dan Suku Mausu Ane. Di Papua, ada Kelurahan Angkasapura, Kampung Pulau Kosong, Distrik Akat, Skouw Sae, dan Kp Nengke.

Tahun ini, Efendi mengatakan  Rumah Zakat menargetkan 15.000 pengkurban dan direncanakan bisa menghasilkan 1 juta paket kornet dan rendang atau disebut paket superqurban. Rumah Zakat memang melakuka inovasi dalam mengelola daging kurban saat Idul Adha tersebut.

Daging kurban tidak langsung didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, melainkan diolah terlebih dahulu dalam bentuk rendang atau kornet yang dikemas dalam kaleng. Sehingga, superqurban bisa mencapai berbagai daerah di Tanah Air dan bisa tahan hingga tiga tahun.

Efendi mengatakan, proses pengolahan paket superqurban itu dilakukan selama satu bulan setelah pemotongan. Selanjutnya, paket rendang dan kornet tersebut akan didistribusikan ke daerah-daerah yang akan dituju.

Dikatakannya, pembagian daging kurban ini paling banyak dilakukan di daerah Jawa dan Indonesia Timur. Sebanyak 55 persen paket Superqurban didistribusikan secara merata dari Aceh sampai Papua.

Sebanyak 25 persen paket didistribusikan ke daerah-daerah bencana seperti Lombok, Maluku, Sulawesi. Sedangkan, lima persen digunakan sebagai stok cadangan. Adapun 15 persen didistribusikan untuk hak donatur kurban.

"Kendala yang dihadapi dalam distribusi kurban ini adalah akses menuju lokasi tersebut. Di satu wilayah tertentu di Kalimantan Barat, misalnya, kami harus menyusuri sungai untuk bisa sampai ke daerah yang dituju," ujarnya.

Dalam menarik donasi, termasuk kurban, Rumah Zakat memanfaatkan semua channel yang diintegrasikan dalam e-channel, dari mulai offline hingga online. Di channel online, ia menambahkan Rumah Zakat bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak dan Tokopedia. Donatur juga bisa melakukan transaksi melalui situs web Rumah Zakat atau pun berdonasi melalui Alfamart dan Kantor Pos.

"Semua channel kita manfaatkan sebagai kemudahan bagi muzakki melakukan donasi," tambahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA