Jumat 12 Jul 2019 04:04 WIB

Membiasakan Hidup Bersih dan Sehat

Kejayaan Islam tak mungkin ditegakkan dengan kondisi tubuh yang lemah.

Siwak
Foto: 1000gooddeeds
Siwak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasulullah SAW sungguh manusia sempurna yang memiliki berbagai keahlian dan pengetahuan. Bukan hanya pemimpin umat, Beliau adalah peletak dasar teori kedokteran dan farmasi. Teori-teori itu kemudian dikembangkan oleh para ilmuwan dan di kaji di lembaga-lembaga riset terkemuka di dunia, baik yang ada di daratan Eropa maupun Timur Tengah.

Termaktub dalam sejarah, Beliaulah yang pertama kali melarang memakan daging babi karena daging hewan ini mengandung cacing pita yang sangat membahayakan kesehatan. Beliau juga menyeru untuk mewaspadai air liur anjing karena di dalamnya terdapat banyak kuman dan virus penyebab penyakit. Karena itu, Rasulullah memerintahkan kepada orang yang digigit anjing atau wadah yang pernah dijilati anjing agar dibasuh tujuh kali dan salah satunya menggunakan campuran debu (tanah). Tujuannya untuk menghilangkan kuman atau virus penyakit yang ditinggalkan si anjing.

Rasulullah juga memberi pengetahuan mengenai lalat. Diri wayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, “Ketika ada lalat jatuh ke dalam wadah salah seorang dari kalian, benamkanlah lalat itu seluruhnya kemudian buanglah. Sebab, pada salah satu sayapnya terdapat obat, sedangkan dalam sayapnya yang lain terdapat penyakit.” (HR Bukhari).

Sebagaimana tertulis dalam buku Rasulullah Manusia Tanpa Cela, lalat merupakan binatang penyebar kuman penyakit. Namun, banyak di antara kita tidak mengetahui bahwa lalat juga membawa obatnya. Pernyataan Rasulullah ini mengejutkan para ilmuwan kedokteran. Setelah melalui serangkaian penelitian, mereka membenarkan apa yang dikatakan Rasulullah itu.

Rasulullah juga mengajarkan mengenai khasiat madu. Diriwayatkan oleh Abi Said al-Khu du ry, ada seorang lakilaki datang kepada Rasulullah seraya berkata, “Ya Rasulullah, saudaraku perutnya murus.” Mendengar hal itu, Beliau berkata, “Minumilah dia dengan madu.” Kemudian dia datang lagi untuk yang kedua kali, maka Beliau tetap berkata, “Minumilah dia dengan madu.”

Orang itu pun datang lagi untuk ketiga kali. Rasulullah tetap ber kata, “Mi numi lah dia dengan madu.” Lalu, ia menghadap Rasulullah untuk yang keempat kalinya dengan berkata, “Hal itu telah aku lakukan.” Beliau lantas berkata, “Mahabenar Allah, dan dusta perut saudaramu itu, minumilah dia dengan madu.” Se lanjutnya, ia meminumi sau dara nya dengan madu, akhirnya penyakitnya sembuh. (At-Tajridu ash-Sharih, hal: II/135)

Bersiwak

Jauh sebelum orang mengenal sikat gigi bahkan tidak tahu cara membersihkan gigi, Rasulullah SAW sudah melakukannya. Beliau termasuk penemu pertama teori cara membersihkan gigi, yaitu dengan bersiwak. Diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Bersiwak itu bisa membersihkan mulut dan menarik keridaan Allah.” (HR an-Nasai)

Teori tentang membersihkan gigi dengan siwak ini kemudian dikembangkan oleh para ilmu wan yang akhirnya me nemukan sikat dan pasta gigi. Demi kebersihan dan kesehatan diri kita, Rasulullah juga mengajarkan lima macam kebersihan, yakni berkhitan, mencukur bulu kelamin, menggunting atau mencukur kumis, memotong kuku, dan mencukur bulu ketiak. (HR Bu khari).

Sedangkan dalam hal makan, Ra sulullah mengingatkan untuk menjauhi makan dan minum yang berlebihan, karena hal itu dapat menimbulkan penyakit dan membuat malas bekerja atau pun melakukan shalat. Dalam hal ini, Rasulullah menganjurkan untuk makan dan minum secukupnya, jangan sampai kekenyangan. Orang yang biasa makan berlebihan cenderung mudah diserang beragam penya kit, seperti kelebihan kolesterol, hipertensi, diabetes, dan pe nyem pitan pembuluh darah.

Jika kita perhatikan, memang banyak hadis yang membahas tentang kesehatan, termasuk obat-obatan. Ini me nunjukkan Rasulullah sangat peduli pada kebersihan dan kesehatan. Tidak hanya demi kesehatan dirinya, tapi juga umatnya. Hal ini bisa dipahami meng ingat kejayaan dan kebesaran Islam tak mung kin bisa ditegakkan dengan kon disi tubuh yang lemah, sakit-sakitan, dan tak berdaya. n

sumber : Dialog Jumat Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement