Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Dermawan Berqurban: Semangat Meraih Takwa

Kamis 11 Jul 2019 14:56 WIB

Red: Gita Amanda

Global Qurban ACT meluncurkan program

Global Qurban ACT meluncurkan program "Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia".

Foto: ACT
Global Quran-ACT mengajak Muslim sedunia meluaskan kebahagiaan kurban.

REPUBLIKA.CO.ID, BLORA -- Menyambut Idul Adha 2019, Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak Muslim sedunia meluaskan kebahagiaan kurban di pelosok Indonesia hingga berbagai belahan dunia. Kamis (11/7), program Global Qurban 2019 resmi diluncurkan dengan mengangkat tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia”.

Baca Juga

Dalam rangkaian acara peluncuran berbentuk ​farm tour ini, Global Qurban-ACT mengajak para ​stakeholders yang terdiri dari media, mitra, donatur, komunitas, mitra, korporasi, dan ​influencer untuk melihat cara Global Qurban mengelola hewan kurban. Global Qurban juga mengimbau umat Muslim sedunia untuk mengakselerasikan kedermawanan, yaitu tidak hanya meraih takwa melalui ibadah kurban, namun juga berbagi kepada sesama.
 
Peluncuran tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” yang dilaksanakan di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Desa Sambong, Blora, ini membawa nuansa berbeda. “Kami mengajak sahabat-sahabat dermawan semua untuk merasakan langsung pengalaman sebelum dan saat berkurban, ikut terjun mengetahui setiap proses persiapan implementasi kurban, melihat kualitas ternak dan kesiapan Global Qurban untuk meluaskan manfaat dari ibadah yang sangat dianjurkan,” ungkap ​Hafit T Mas’ud ​selaku​ Presiden Global Qurban.

Pada implementasi program Global Qurban 2018 di Desa Nanggela, Tana Toraja misalnya. Saat itu, masyarakat setempat mengaku ada yang sejak 50 tahun lalu tidak pernah merasakan daging kurban. Pemotongan hewan kurban dari Global Qurban merupakan pengalaman perayaan Lebaran Kurban pertama bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Somalia, negara dengan angka kemiskinan hinggal level 82 persen, juga menjadi salah satu negara yang menjadi target program Global Qurban.
 
“Dari cerita pengalaman di berbagai target program kami, ibadah kurban bukan sekadar aktivitas penyembelihan hewan. Lebih dari itu, kurban memiliki dimensi aktivitas ritual ibadah, syiar dakwah Islamiyah, kebermanfaatan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam penyediaan dan pendistribusian hewan kurban,” tambah Hafit.
 
Di dalam pengelolaan profesional Global Qurban, terdapat filantropi Islam berbentuk wakaf sebagai penggerak utamanya. ACT menginisiasi Global Wakaf Foundation sebagai lembaga yang khusus mengelola filantropi dan kebermanfaatan wakaf. Salah satu program masterpiece-nya adalah Kawasan Wakaf Terpadu (KWT) Blora.

Dalam KWT ini, terdapat Lumbung Ternak Wakaf (LTW) yang mengelola implementasi wakaf dalam penyediaan hewan kurban. Dalam penyediaan hewan kurban, program LTW menyerap banyak sumber daya manusia (SDM) di berbagai daerah. LTW melibatkan para peternak dan petani daerah untuk mengelola stok hewan kurban dengan pola pemberdayaan yang menyejahterakan. Sehingga, roda ekonomi masyarakat di wilayah implementasi GQ terus bergerak.

Imam Akbari selaku President Global Wakaf ​mengungkapkan, dalam kawasan ini (LTW), aset-aset wakaf produktif dikelola secara optimal sehingga mampu membawa ekonomi masyarakat setempat ke arah yang lebih baik. LTW juga memastikan hewan kurban yang akan disembelih sesuai dengan syariah serta membuat pengelolaan manajemen stok kurban terjaga.

Sebab, faktor ketidakpastian stok ini membuat fluktuatifnya harga hewan kurban. Perbaikan ekonomi peternak bahkan terlihat pada kualitas hidup keluarga mereka. "Beberapa peternak mampu menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dengan hasil dari beternak di LTW,” ungkapnya.
 
Sebagai lembaga pengelola kurban profesional, Global Qurban (GQ)–ACT pun terus    berkomitmen untuk meluaskan maslahat kurban. Lewat berbagai macam program inovatif, Global Qurban berupaya menghadirkan lebih banyak kemudahan berkurban. Sehingga, Idul Adha bisa menjadi sarana elaborasi persaudaraan yang baik antara pekurban dan penerima daging kurban.

Sejalan dengan itu, ​Vice President ACT Ibnu Khajar menambahkan, program “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” hadir karena ACT meyakini Indonesia masih dipenuhi oleh masyarakat yang memiliki jiwa dermawan. Pilihan program dari Global Qurban sejatinya dapat meringankan para dermawan menunaikan ibadah kurban setiap tahunnya.

Tuntutan dan perkembangan zaman dalam menghadirkan kemudahan bertransaksi menjadi ikhtiar utama yang dijalankan melalui ​marketplace, crowdfunding, dan situs laman globalqurban.com.
 
Selain itu, Global Qurban terus meningkatkan jejaring kemitraan yang artinya menambah lagi opsi kemudahan berkurban. Jejaring lokal bertambah, jejaring luar negeri diluaskan, saling berkolaborasi, menyukseskan perayaan akbar lebaran kurban.

“Insya Allah di tahun ini, kami niatkan untuk menyalurkan 100 ribu kurban setara kambing yang akan menyasar kembali 34 provinsi di Indonesia dan menjangkau 50 negara, serta menyapa 7.500.000 penerima manfaat warga prasejahtera, wilayah konflik, dan bencana. Setiap elemen masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah sekaligus menebarkan kebaikan. Insya Allah, pahala kurbannya dapat pahala wakafnya juga mengalir terus-menerus dan berkelanjutan,” tutup Ibnu.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA