Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Maruf Minta Juara MTQ Internasional Amalkan Alquran

Sabtu 15 Jun 2019 07:45 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani

Pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional Ke-7 di Turki, Syamsuri Firdaus

Pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional Ke-7 di Turki, Syamsuri Firdaus

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Kiai Ma'ruf sangat bangga kepada Syamsuri Firdaus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juara Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional ke-7 di Turki, Syamsuri Firdaus bersilaturrahim ke kediaman KH. Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/6) pagi. Syamsuri datang bersama kedua orang tuanya, Abdullah Ahmad dan Dahlia Arahman serta neneknya.

Kiai Ma'ruf sangat bangga kepada Syamsuri karena telah mampu berprestasi di bidang Tilawatil Qur'an. Kiai Ma'ruf pun berpesan kepada Syamsuri agar kedepannya bisa mengamalkan Alquran.

"Prestasi yang diraih adalah berkah dari Allah SWT. Menjadi qori terbaik adalah amanat. Tetap rendah hati. Jaga Alquran baik secara lisan maupun perbuatan. Amalkan Al-Qur'an dan dalami terus cabang-cabang ilmu pendukungnya agar Alqur'an bisa dibumikan secara komprehensif kepada umat," ujar Kiai Ma'ruf dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (14/6).

Sebagai bentuk apresiasi, Kiai Ma'ruf kemudian menghadiahkan Syamsuri sebuah serban warna putih yang sudah ditandatanganinya. "Untuk kenang-kenangan. InsyaAllah kamu akan menjadi generasi penegak Islam secara kaffah yang penuh cinta dan kasih kepada semuanya," ucap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Syamsuri sendiri sebelumnya sudah pernah dipeluk Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan dan juga Presiden Indonesia, Joko Widodo karena mampu berprestasi di bidang Alquran. Kini, Syamsuri juga sangat bersyukur bisa bertemu dengan Kiai Ma'ruf.

"Kini, saya bisa bertemu langsung dengan ulama yang sangat saya idolakan, KH. Ma'ruf Amin. Ini sungguh seperti mimpi. Subhanallah wal hamdulillah," kata Syamsuri.

Pria kelahiran Sila, Bima, Nusa Tenggara Barat, 11 April 1999, ini mengaku tak percaya bisa bertemu langsung dan mencium tangan Kiai Ma'ruf. "Saya ingin minta doa agar dijadikan generasi qur'ani dan bisa mengamalkan Alqur'an dalam kehidupan. Saya juga minta izin ingin jadi murid KH. Ma'ruf Amin. Kedatangan saya ke sini juga dalam rangka minta doa karena sore ini akan berangkat umrah bersama Ibu dan Bapak serta Nenek," kata Syamsuri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA