Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Tiga Gaya Arsitektur Persia

Kamis 23 May 2019 14:31 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Hasanul Rizqa

Arsitektur Persia.

Arsitektur Persia.

Foto: Imgfave.com
Arsitektur Persia ini dapat dilihat pada masa Dinasti Seljuk, Il Khanate, dan Safawi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penaklukan Islam atas Persia pada abad ketujuh memberikan manfaat bagi kaum Muslimin. Di antaranya, kekayaan inovasi arsitektur yang berkembang selama berabad-abad. Mulai dari jalan besar, saluran air dan berbagai legasi Kekaisaran Romawi, hingga basilika Bizantium dan Persia.

Baca Juga

Gaya arsitektur khas Persia berkembang di berbagai dinasti. Perkembangan Gaya Arsitektur Persia ini dapat dilihat pada masa Dinasti Seljuk, Il Khanate, dan Safawi.

 

Gaya Arsitektur Seljuk

Pada masa dinasti Seljuk (Iran) pembangunan masjid muncul untuk pertama kalinya. Tempat penginapan yang disebut khans atau karavan, untuk pelancong dan hewannya memiliki gaya khas yang dihias begitu juga dengan puing-puing batu, dan benteng yang kuat.

Perkembangan seni arsitektur ini terlihat pada makam seperti Gunbad-i-qabus menampilkan motif Zoroaster dan alun-alun berkubah, contohnya adalah makam Samanids di kota Bukhara.

 

Gaya Arsitektur Il- Khanate

Di masa ini inovasi dilakukan dengan membangun kubah yang akhirnya memungkinkan orang Persia untuk membangun struktur yang jauh lebih tinggi. Puncak arsitektur Il-Khanate dicapai dengan pembangunan Kubah Soltaniyeh (1302–1312) di Zanjan, Iran, yang tingginya mencapai 50 meter dan diameter 25 meter, menjadikannya kubah batu terbesar ketiga dan tertinggi yang pernah didirikan.

Kubah tipis bercangkang ganda diperkuat oleh lengkungan di antara lapisan-lapisan. Makam Oljeitu di Soltaniyeh adalah salah satu monumen terbesar dan paling mengesankan di Iran.

 

Gaya Arsitektur Safawi

Kebangkitan di masjid Persia dan bangunan kubah terjadi pada masa Dinasti Safawi, ketika Shah Abbas, pada 1598 memulai rekonstruksi Isfahan, dengan Lapangan Naqsh-e Jahan sebagai pusat dari ibukota barunya. Ciri khas kubah Persia, yang memisahkan mereka dari kubah-kubah yang dibuat di dunia Kristen atau kekaisaran Ottoman dan Mughal, adalah ubin warna-warni yang menutupi bagian luar kubah mereka seperti interior.

Kubah-kubah ini berjumlah puluhan di Isfahan, dan bentuknya berwarna biru akan mendominasi cakrawala kota. Memantulkan cahaya matahari, kubah-kubah ini nampak seperti permata pirus yang berkilauan dan bisa dilihat dari jarak jauh oleh para pelancong yang mengikuti jalan Sutera melewati Persia. Warna-warna yang disukai Persia adalah pola keemasan, putih dan pirus dengan latar belakang biru gelap.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA