Selasa 14 May 2019 23:38 WIB

Nasihat Abu Darda Menjelang Ajal

Abu Darda, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, memberi nasihat tentang azab kubur

Kematian (ilustrasi)
Foto: Dailymail.co.uk
Kematian (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisah Abu ad-Darda’ berikut ini dapat menjadi pelajaran bersama tentang betapa besarnya perkara alam kubur. Ya, ketika seseorang menghembuskan nafas terakhir, jasadnya dimasukkan ke liang lahat, maka hanya iman, takwa, dan amal ibadah yang menjadi teman setia.

Alkisah, ketika sahabat Nabi SAW tersebut menderita sakit, seorang teman karibnya datang. Lelaki itu berkata, “Wahai Abu ad-Darda’, sesungguhnya engkau hampir meninggal dunia. Maka nasihatilah kepadaku suatu perkara yang bermanfaat bagiku dan akan mengingatkanmu.”

Baca Juga

Abu ad-Darda’ menjawab, “Sungguh, engkau di antara umat yang diampuni. Maka dirikanlah shalat, tunaikan zakat, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan jauhilah perkara-perkara keji, kemudian beritakanlah kabar gembira.”

Merasa tidak puas, lelaki itu pun bertanya ulang. Abu ad-Darda’ membalas dan memintanya duduk agar bisa merenungi perkataannya.

“Bayangkan ketika engkau berada di hari, tatkala tak ada lagi ruang kecuali liang lahat yang luasnya dua hasta, panjangnya empat hasta.

Keluarga yang konon tak bisa berpisah denganmu, pada hari itu jauh meninggalkanmu seorang sendiri. Kolegamu yang dulu membuat megah rumahmu, kelak akan menimbunmu dengan tanah, lantas mereka semua beranjak pergi darimu."

"Pada saat itu," sambung Abu ad-Darda’, "dua malaikat berwarna hitam biru berambut keriting datang. Mereka adalah Munkar dan Nakir. Identitasmu akan ditanya. Tak hanya itu, juga agamamu, Tuhanmu, dan nabimu.

Jika jawabanmu tidak tahu-menahu, maka demi Allah, engkau telah tersesat dan merugi. Bila jawabanmu adalah Nabiku Muhammad Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, kitab suciku Alquran, maka demi Allah, engkau selamat dan mendapat petunjuk.

Kesemua itu tidak akan mampu engkau ucapkan, kecuali dengan peneguhan yang dikaruniakan oleh Allah.”

sumber : Pusat Data Republika/Nashih Nashrullah
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement