Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

ICRS Peringatkan Kecenderungan Indonesia Kian Konservatif

Rabu 24 Apr 2019 15:04 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Berdoa Ilustrasi

Berdoa Ilustrasi

Foto: Antara
Indonesia yang majemuk cenderung ke arah konservatif.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Indonesia Consortium for Religious Studies (ICRS) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) memetakan tantangan-tantangan agama di era sintetis dan terungkap bahwa cukup banyak tantangan didapati.

Baca Juga

Ketua Komisi Kebudayaan AIPI, Amin Abdullah mengatakan situasi saat ini yang semakin kompleks merupakan dampak perkembangan tekonologi yang cepat termasuk, tentang agama dan kemanusiaan.

Dia melihat, kehadiran internet, media sosial dan menguatnya kondisi post truth society menjadikan isu dan peran agama menjadi penting dan problematis terlebih, Indonesia merupakan negara majemuk.

"Tapi, saat ini ada kecenderungan mengarah ke konservatif," kata Amin saat mengisi seminar Agama dan Harkat Kemanusiaan di Era Sintetis di Kantor Humas Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (23/4).  

Amin menilai, internet dan media sosial menjadikan penyebaran dan viralitas informasi semakin masif. Bahkan, tidak sedikit yang malah menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, dan inteoleransi secara maya.  

"Penting bagi pendidikan agama sebagai basis peradaban dan etika berkontribusi di era disrupsi ini," ujar Amin.  

Core Doctoral Faculty ICRS, Dicky Sofyan menuturkan tren konservatif di Indonesia tidak cuma terjadi kepada aspek-aspek agama tapi, sosial, politik, dan budaya.

Bahkan, dia menekankan, persoalan konservatisme tidak cuma terjadi di Indonesia, tapi berlangsung di negara-negara dunia. Karenanya, penting dibangun literasi keagamaan sebagai bagian mitigasi. 

Seluruh elemen bangsa diharapkan dapat membangun satu kolaborasi dan kerja sama dalam membangun kehidupan. Baik bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. "Tanpa mengorbankan jati diri dan identitas keagamaan," ujar Dicky. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA