Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Pemulung TPA Jatibarang Terima Paket Sembako ACT-MRI

Ahad 21 Apr 2019 12:05 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Pemulung (ilustrasi)

Pemulung (ilustrasi)

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
TPA Jatibarang setiap hari menerima kiriman sampah warga Kota Semarang hingga 800 ton

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menyambut bulan Ramadhan, tim Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggelar program bantuan paket sembako gratis. Bantuan kemanusiaan ACT- MRI kali ini menyasar kaum dhuafa yang berada di wilayah Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Sebanyak 1,65 ton beras yang dikemas dalam 330 paket sembako dibagikan secara merata kepada 330 penerima manfaat, yang sebelumnya telah dilakukan pendataan oleh tim ACT-MRI," ujar Kepala Program ACT Jateng, Giyanto, Ahad (21/4).

Ke-330 penerima manfaat ini, kata dia, sebagian di antaranya merupakan kaum dhuafa yang sehari- hari menjadi pemulung sampah, di sekitar lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

Ia juga mengatakan, bantuan paket sembako ini secara reguler telah diimplementasikan oleh ACT Jateng.  Kini program paket sembako untuk fakir miskin dan masyarakat pra sejahtera mulai kita giatkan.

"Program ACT Jateng ini terus kita tingkatkan dan kita dorong pemerataannya dari sekarang hingga nanti memasuki bulan suci Ramadhan nanti,” ucap Giyanto.

Selain pembagian sembako, masyarakat di Kedungpane juga di ajak untuk mempersiapkan diri dengan meningkatkan amal ibadah menjelang bulan Ramadhan 1440 Hijriyah.

“Melalui program ini, kami juga bertanggung jawab untuk memberikan tausiyah serta ajakan agar masyarakat meningkatkan amal ibadah menjelang Bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari,” kata dia.

Sementara itu, pengelola TPA Jatibarang, Suprapto mengatakan, program ACT berupa pembagian paket srmbako ini sudah menjadi agenda tahunan bagi kaum dhuafa yang setiap hari mengadu nasib di TPA Jatibarang.

Ia juga menyampaikan, TPA Jatibarang setiap hari menerima kiriman sampah warga Kota Semarang hingga 800 ton. Ratusan kaum dhuafa mengadu nasib dengan menjadi pemulung maupun pemilah sampah.

Umumnya mereka merupakan warga yang hidup dengan kemampuan ekonomi pas- pasan. "Kami menyambut gembira bantuan sembako dari ACT Jawa Tengah ini," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, pada saat pembagian memang tidak semua pemulung dan pemilah sampah bisa menerima langsung, karena mereka masih melakukan aktivitasnya. Namun semua tetap mendapatkan manfaat dari bantuan paket sembako ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA