Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Pesan Wakil Mufti Lebanon Agar Indonesia tak Seperti Timteng

Selasa 16 Apr 2019 21:39 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Umat muslim melakukan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (10/6).  ( Republika/ Wihdan)

Umat muslim melakukan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (10/6). ( Republika/ Wihdan)

Foto: Republika/ Wihdan
Wakil Mufti Lebanon berpesan agar Indonesia membentengi diri dari ekstremisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Wakil Mufti Lebanon Syekh, Riyadh Bazo, mengatakan Indonesia adalah negeri yang indah dan tenteram serta rasa toleransi dan saling menghormati sesama bangsa sangat tinggi. 

Baca Juga

"Ini yang membuat banyak negara iri dengan Indonesia, termasuk kami, sepatutnya warga negara ini bersama-sama menjaganya,” kata Syekh Riyadh dikutip dari siaran pers di Jakarta, Selasa (16/44).

Syekh Riyadh berada di Indonesia untuk menghadiri Konferensi Ulama Sufi Internasional (World Sufi Forum) di Pekalongan, 8-10 April 2019. 

Menurutnya, konferensi yang dihadiri seluruh ulama sufi dari berbagai dunia itu merupakan wujud keinginan bangsa Indonesia untuk mempertahankan nilai-nilai yang telah dibangun para pendiri bangsa, termasuk tokoh Islam seperti para wali.

Karena itu, Rektor Universitas al-Azhar Lebanon ini mengajak bangsa Indonesia untuk selalu mempertahankan persatuan dan kesatuannya meski sedang melaksanakan pemilihan umum, serta agar tidak terpengaruh ideologi yang dapat merusak kehidupan yang damai dan tenteram.

"Kita harus selalu mewaspadai propaganda kelompok radikal yang lahirnya menginginkan kebaikan, tetapi tujuannya adalah untuk mencabik-cabik sebuah bangsa sehingga terjerumus dalam konflik yang berkepanjangan," ujarnya.

Dia mengungkapkan, di banyak negara Islam, termasuk negaranya Lebanon, pemikiran radikal dan terorisme masuk ke semua lini secara aktif. Hal itulah yang membuat banyak negara Islam tidak stabil bahkan hancur karena perang saudara.

"Indonesia tidak boleh terjerumus ke kubangan yang sama seperti negara-negara lain hanya karena perbedaan pemikiran dan pilihan politik,” kata dia. 

Dia  mengimbau sebagai sahabat agar segenap bangsa Indonesia, khususnya Muslimin agar tidak terlibat dalam sebuah fitnah yang dapat membahayakan kehidupan damai dan tenteram di negeri indah ini.

Dia menilai kehidupan keagamaan di Indonesia sudah sangat baik, harus disyukuri dan dilestarikan. Di sini peran tokoh agama sangat penting untuk terus memberikan pencerahan dan membangun harmonisasi dalam kehidupan.

Umat Islam harus hidup dengan semua orang tanpa melihat latar belakang karena yang paling penting adalah perdamaian bagi umat manusia. 

“Saya berdoa agar rakyat dan bangsa serta pemerintah Indonesia senantiasa mendapat bimbingan dalam menjaga negeri yang indah dan baik ini," tuturnya.

Dia juga menganjurkan kepada umat Islam Indonesia agar senantiasa menjaga ajaran ahlussunnah wal jamaah yang dipelopori Abu Hassan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi serta Imam Syafii.

Dia juga menyarakan membaca buku-buku karangan  ulama-ulama moderat seperti dari al-Azhar karena manhaj mereka sangat moderat dan sesuai dengan ajaran Islam yang benar. "Jangan membaca buku-buku yang diterbitkan oleh kelompok ekstrem," kata dia. 

Apala, imbuh dia, belajar pada ulama-ulama ekstrem karena yang demikian itu akan memengaruhi pemikirannya hingga menjadi ekstrem. Anak-anak muda Islam harus diperhatikan dan dibina dengan baik baik melalui ajaran ajaran Islam yang moderat karena mereka itu adalah target para kelompok radikal terorisme dan ekstremisme. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA