Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Wakil Bupati Banjarnegara Resmikan Bummas Rumah Zakat

Kamis 04 Apr 2019 12:11 WIB

Red: Gita Amanda

Hari Selasa (2/4), Badan Usaha Milik Masyarakat (Bummas) Maju Lestari yang digagas oleh Fasilitator Rumah Zakat diresmikan oleh Wakil Bupati Banjarnegara, H Samsudin.

Hari Selasa (2/4), Badan Usaha Milik Masyarakat (Bummas) Maju Lestari yang digagas oleh Fasilitator Rumah Zakat diresmikan oleh Wakil Bupati Banjarnegara, H Samsudin.

Foto: Rumah Zakat
Gula Kelapa Kristal Produksi Bummas Maju Lestari mengekspor produk ke luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Tidak ada yang menyangka, terlepas dari kondisi yang cukup sulit akses menuju ke Desa Gumelem Kulon, ternyata desa yang berada di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara ini memiliki potensi Gula Kelapa yang cukup menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desanya.

Hari Selasa (2/4), Badan Usaha Milik Masyarakat (Bummas) Maju Lestari yang digagas oleh Fasilitator Rumah Zakat diresmikan oleh Wakil Bupati Banjarnegara, H Samsudin. Acara dihadiri pula oleh BM Rumah Zakat Semarang, Kepala Dinas Indakop, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Susukan, Kepala Desa Gumelem Kulon dan para petani dares serta warga sekitar. Bummas, Maju Lestari, bergerak di produksi Gula Kelapa Kristal dengan anggota sementara 44 orang.

Dengan pendampingan oleh Sarwin, fasilitator Rumah Zakat yang bertugas di Desa Gumelem Kulon, potensi Gula Kelapa mulai memperlihatkan taringnya. Sesuai taglinenya, “Gula Ndesa Yang Mendunia”. Gula Kelapa Kristal Produksi Bummas Maju Lestari bisa mengekspor produknya hingga ke luar negeri.

Baca Juga

Awal terbentuknya Bummas Maju Lestari ini adalah keprihatinan Sarwin sebagai seorang anak petani penderes beserta teman-temannya yang juga anak petani penderes. Karena harga gula yang sangat tidak stabil dan cenderung harga dipermainkan oleh para tengkulak.

Sementara ini kapasitas produksi Gula Kelapa Kristal Bummas Maju Lestari adalah dua hingga lima ton per bulan, dengan harga 14 ribu per kilonya dari petani dan dengan omset rata-rata 40 juta per bulannya. “Alhamdulillah, produk kita sudah ekspor hingga ke Amerika, dan harga gula yang kita beli dari petani juga bisa stabil sekarang” tutur Sarwin.

Kini Bummas Maju Lestari juga sedang mengembangkan produk retailnya yang akan dipasarkan di dalam negeri dengan merek dagang Dares Coconut Palm Sugar. Tak hanya meresmikan Bummas Maju Lestari, Wakil Bupati Banjarnegara, H Samsudin juga meninaju langsung bagaimana proses pembuatan Gula Kelapa Kristal dibuat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA