Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Surat Abu Hanifah yang Meluluhkan Hati

Sabtu 16 Feb 2019 06:06 WIB

Red: Agung Sasongko

Menulis Surat/Ilustrasi

Foto:
Sebuah surat berisikan petuah bijak mampu mengetuk hati yang kering kerontang.

Tampaknya kali ini isi surat tersebut sedikit menggugah jiwa Abbad. Ia pun merenungi isi surat Abu Hanifah. Ia kemudian meneruskan membaca surat itu.

“Kawan, jangan Anda teruskan perbuatan demikian. Hendaklah Anda bekerja, meski gajinya kecil asalkan halal tak mengapa. Bekerjalah, jangan hanya berdiam diri di rumah. Hanya Allah yang bisa memberi rezeki, tetapi rizki tersebut tak mungkin datang dengan sendirinya, Anda harus mencarinya kawan. Allah tak akan mengabulkan permohonan orang yang malas bekerja.”

Dada Abbad mulai sesak. Ia merasa ulu hatinya terkena cambuk. Dadanya sesak dan hampir menangis saat membaca surat tersebut. Ia pun menghela napas dan melanjutkan membaca surat tersebut.

“Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang berputus asa. Berikhtiarlah segera kawan, carilah pekerjaan yang halal dan yang membuatmu nyaman. Insya Allah, Anda akan mendapatkan pekerjaan jika tak lekas putus asa. Aku akan terus mendoakanmu kawan, agar segera mendapatkan pekerjaan.”

Bagaikan tersambar petir, selembar surat tersebut membuat Abbad sadar bahwa kemalasan yang dilakukannya selama ini salah dan tak akan membebaskannya dari kemiskinan dan kondisi serbakekurangan.

Keesokan harinya, Abbad pun keluar rumah untuk mencari pekerjaan. Surat itu pun mengubah dirinya. Ia kini semakin tekun beribadah dan mulai giat bekerja, meski gaji yang diterimanya kecil, tak sebesar uang dan makanan yang diterimanya kala ia merintih dan mengeluh pada orang-orang kaya yang melewati rumahnya.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa tidak ada seorang pun yang memakan makanan yang lebih baik daripada dia memakan makanan hasil dari kerja kerasnya sendiri.

Abu Hanifah berhasil dalam dakwahnya, meski dilakukannya secara tidak langsung tanpa bertatap muka dan bertutur kata, lewat sepucuk surat

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA