Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Mampir Dzuhur di Masjid Andalusia

Sabtu 02 Feb 2019 14:03 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Masjid Andalusia Bogor

Masjid Andalusia Bogor

Foto: Ilham Bintang
Bagi yang bolak-balik Jakarta Bogor Masjid Andalusia tak asing lagi

Oleh: Ilham Bintang, Jurnalis Senior dan Pemilik Media Cek and Ricek

Sabtu (2/2) siang hadiri acara perkawinan Nabilah Shahnaz dengan Achmad Ramadhani di Bogor. Mempelai wanita puteri Jamal Kheler, kawan sekampung, kawan main dari bocah di Makassar. Dia aktif sebagai remaja mesjid, ketika kami merantau ke Ibu Kota. 
Di Jakarta, ia bekerja di travel Maktour. Membuat kami sering bertemu. Urusan naik haji maupun umrah. Dialah yang mengurus urusan kami.

Acara nikah dan resepsi tadi dilangsungkan dalam tradisi keluarga Jamal. Mempelai duduk terpisah. Otomatis tamunya pun demikian. Tamu pria hanya bertemu dengan mempelai pria. Begitu sebaliknya. Tapi ada hikmahnya. Bisa intens ngobrol. Termasuk dengan aktor teater dan film populer, Bang Boneng. Yang dulu sering muncul dalam serial film Warkop. Tigapuluh tahun baru bertemu lagi.

Masjid Andalusia

Pulang dari pengantin, waktu dzuhur tiba. Dalam perjalanan mampir di mesjid Andalusia, Sentul, Bogor. Berada di Kompleks Andalusia Islamic Center (AIC) di Sentul City.

Bagi yang biasa atau pernah bolak-balik Bogor – Jakarta melalui tol Jagorawi, tampilan kubah masjid ini tak asing lagi. Kubah bisa dilihat dari jalan tol saat mendekati pintu keluar Sentul City.

Masjid Andalusia digagas oleh Yayasan Tazkia yang dipimpin oleh M. Syafii Antonio (bankir mu’alaf yang merupakan pakar ekonomi syariah). Di dalam website tazkia.ac.id, Antonio mengatakan pembangunan Andalusia Islamic Center terinspirasi kejayaan peradaban kekhalifahan islam di Andalusia, Spanyol. Selain kemakmuran rakyat di wilayah tersebut pada waktu itu, kesuksesan mencetak ribuan ilmuwan muslim di berbagai bidang adalah menjadi inspirasi utama.

Masjid Andalusia berdiri di atas lahan seluas satu hektare dengan luas bangunan masjid 1,250 meter. Dengan luas tersebut masjid megah ini mampu menampung jamaah sekitar 2500 orang. Keberadaannya, sebagai oase spiritual dan intelektual yang dilandasi nilai nilai Islam yang sejuk, damai, ramah, progresif, mendorong kemajuan ekonomi dan bisnis sebagai bagian dari ibadah, serta pemberdayaan umat berwawasan rahmatan lil ‘aalamiin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA