Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Relawan Rumah Zakat Berbagi Superqurban di Pelosok Indonesia

Kamis 31 Jan 2019 14:53 WIB

Red: Gita Amanda

Alamsyah salah satu relawan Rumah Zakat.

Alamsyah salah satu relawan Rumah Zakat.

Foto: Rumah Zakat
Ada 600 kornet Superqurban yang di distribusikan kepada warga Sungai Terus Kalbar.

REPUBLIKA.CO.ID, SIANTAN HILIR --Alamsyah adalah Relawan Rumah Zakat, ia juga berprofesi sebagai seorang pendidik yang mengajar di sekolah dasar 39 Honor, Siantan Hilir Kalimantan Barat. Hatinya terketuk ketika melihat banyak orang di pelosok yang sangat membutuhkan bantuan.

“Saya itu nggak punya uang, jadi cuma punya tenaga aja untuk berbagi, bagaimana cara saya berbagi dengan orang lain? Dengan cara melakukan hal-hal yang bermanfaat seperti berbagi Superqurban, semoga ini dapat bermanfaat untuk semua,” ujar Alamsyah seperti dalam siaran pers Rumah Zakat.

Menurut Alamsyah Superqurban sangat terasa manfaatnya. Superqurban dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama dan dapat di distribusikan hingga ke pelosok pulau-pulau di Indonesia.

“Menurut saya sebagai seorang relawan, merasa Superqurban sangat bermanfaat dalam hal peningkatan gizi maupun persediaan pangan dan untuk asupan lauk bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Daerah Kubu Raya Sungai Terus Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi wilayah yang dipilih tim Relawan Rumah Zakat di Kalimantan karena wilayahnya yang sulit dijangkau. “Untuk menemukan hewan seperti kambing saja sangat sulit sekali, di sini sulit juga mendapatkan sayur-sayuran, maka kami memilih daerah ini untuk pendistribusian kornet Superqurban sebanyak 600 kaleng, agar masyarakat di sini bisa merasakan makan daging, karena mereka sangat ingin merasakan lauk daging sapi maupun kambing," katanya.

Wilayah Desa Sungai Terus yang sulit dijangkau dan kondisi alam yang dinamis membuat wilayah ini seringkali kesulitan mendapatkan pasokan makanan, apalagi ketika gelombang laut naik. Para nelayan tidak bisa melaut jika gelombang tinggi dan tidak mendapatkan penghasilan sehingga untuk makan sehari-hari saja mereka kadang kesulitan.

“Bangga saya menjadi relawan, bisa berbagi hingga pelosok desa dan pulau. Melewati dan menyebrangi laut ada yang tiga hingga empat jam untuk sampai ke tujuan, jauh dari jangkauan. Rasa berbagi ini terus ada untuk mereka yang benar-benar membutuhkan, warga pelosok sangat gembira,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA