Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Dzikir Jadi Awal Baik Hadapi Tahun Baru

Selasa 01 Jan 2019 04:25 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Silvy Dian Setiawan/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah umat Islam saat melaksanakan shalat Isya pada acara Dzikir Nasional di Masjid Agung At Tin, Jakarta, Senin (31/12).

Sejumlah umat Islam saat melaksanakan shalat Isya pada acara Dzikir Nasional di Masjid Agung At Tin, Jakarta, Senin (31/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Dzikir menjadi starting point untuk kaum Muslim dan Muslimah bertobat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain mengatakan, dzikir nasional yang diadakan Harian Republika, Senin (31/12) malam menjadi starting point untuk kaum Muslim dan Muslimah bertobat.

"Dengan dzikir malam ini (Muslim dan Muslimah) bertobat dan besok menatap dunia baru," katanya saat ditemui Republika sebelum mengisi Dzikir Nasional Festival Republik 2018: Menebar Kebaikan Menguatkan Kepedulian di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Senin (31/12) malam.

Menurutnya, Dzikir Nasional Festival Republik 2018 telah menjadi tren dan dilakukan di tempat-tempat lain. IAa menyebut momen dzikir seperti hari ini hanya dilakukan oleh orang yang berakal yang selalu mengingat Allah SWT. Tak hanya saat momen dzikir, ia menyebut Muslim yang saat duduk, berbaring, melakukan kegiatan apapun selalu berdzikir pada Allah SWT dan disangkutkan padaNya.

"Jadi semuanya disangkutkan dengan Allah SWT hingga ia mati. Kalau semua dikaitkan dengan Allah SWT maka Allah mengatakan kita adalah orang yang cerdas karena orang cerdas adalah yang memikirkan kejadian di langit dan bumi," ujarnya.

Karena itu ia mengajak kaum Muslim dan Muslimah menjadi orang yang cerdas, ingat pada Allah SWT di pagi, siang, dan malam, hingga menghembuskan napas terakhir dengan ridho Allah SWT.

"Jadi di tahun baru jadilah insan yang selalu berdzikir pada Allah SWT. Selama 24 jam ingat Allah SWT," katanya.

Sementara itu, salah satu personil Nasyid Aleehya, Ari yang turut mengisi kegiatan seupa di Yogyakarta mengatakan, pergantian Tahun baru memang menjadi momen untuk diisi dengan berbagai kegiatan, terutama generasi milenial. Dengan Tabligh Akbar ini, dapat dijadikan suatu kegiatan positif dalam menyambut Tahun Baru 2019.

Untuk itu, ia mengajak perayaan pergantian Tahun baru dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Salah satunya melalui Tabligh Akbar.

"Jadikanlah acara ini untuk hal-hal yang bisa membuat generasi milenial mengisinya dengan doa dan harapan yang baik. Itu sebenarnya yang harus generasi muda lakukan dan kita generasi saat ini harus memberikan contoh," kata Ari.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA