Ahad 30 Dec 2018 12:25 WIB

Ketika Menteri Rini Memasak untuk Pengungsi Tsunami

YBM PLN - Baznas juga membuka layanan kesehatan gratis serta bantuan sembako.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno turut memasak bersama relawan di dapur umum kerjasama Yayasan Baitul Mal Perusahaan Listrik Negara (YBM PLN) dan Baznas di Sumur, Pandeglang, Banten.
Foto: baznas
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno turut memasak bersama relawan di dapur umum kerjasama Yayasan Baitul Mal Perusahaan Listrik Negara (YBM PLN) dan Baznas di Sumur, Pandeglang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno turut memasak bersama relawan di dapur umum kerjasama Yayasan Baitul Mal Perusahaan Listrik Negara (YBM PLN) dan Baznas di Sumur, Pandeglang, Banten.

Kegiatan ini ia lakukan bersama Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat mengunjungi lokasi terdampak tsunami, Sabtu (29/12) pagi.

Menggunakan celemek, Menteri Rini memegang wajan dan mengolah makanan yang akan dibagikan untuk para pengungsi. Ia mengapresiasi kerjasama yang terjalin oleh YBM PLN dan Baznas dalam meringankan beban masyarakat terdampak tsunami Selat Sunda.

"Saya berharap kerjasama ini dapat terus dilakukan, bukan hanya saat terjadi bencana namun juga untuk membantu masyarakat yang lebih luas," katanya.

photo
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno turut memasak bersama relawan di dapur umum kerjasama Yayasan Baitul Mal Perusahaan Listrik Negara (YBM PLN) dan Baznas di Sumur, Pandeglang, Banten.

YBM PLN menggandeng Baznas mendirikan dua dapur umum di Banten dan Lampung Selatan untuk melayani 1.500 pengungsi setiap harinya. Para relawan mengantarkan langsung bantuan makanan ini ke para pengungsi yang tersebar di beberapa titik.

Selain nasi bungkus, di dapur umum ini juga disediakan air panas dan berbagai minuman hangat untuk menjaga kondisi kesehatan para pengungsi agar tak mudah sakit.

Bagi pengungsi di sekitar lokasi pendirian dapur umum YBM PLN - Baznas ini juga dibuka layanan kesehatan gratis serta bantuan sembako.

Kondisi masyarakat di kawasan ini masih hidup dengan keterbatasan pascabencana tsunami yang menerjang tempat tinggal mereka. Selain itu, mata pencaharian mereka satu-satunya juga hancur setelah kejadian yang menimpa mereka sepekan lalu itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement