Rabu 26 Dec 2018 14:32 WIB

Dapur Air Hangatkan Warga Terdampak Tsunami di Pandeglang

Tsunami membuat roda perekonomian berhenti sehingga persediaan makanan terbatas.

Warga mengantre untuk mendapat air hangat di Dapur Air PKPU HI.
Foto: PKPU HI
Warga mengantre untuk mendapat air hangat di Dapur Air PKPU HI.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak tsunami Selat Sunda, akan minuman hangat dan makanan ringan di musim hujan, PKPU Human Initiative (HI) mendirikan Posko Dapur Air.

Kordinator Rescue PKPU HI Jaka, dalam laporannya di Pandeglang, Banten, Selasa (25/12) menyebutkan, pendirian posko tersebut khususnya, bagi pengungsi di gedung radio Krakatau, Jalan Ahmad Yani Labuan, Pandeglang.

"Pascabencana tsunami, apalagi musim hujan seperti ini, masyarakat biasanya butuh minuman hangat dan makanan ringan. Mungkin terlihat sederhana, tapi ternyata mereka terlihat senang," tuturnya seperti dalam siaran pers.

Seperti diketahui, tsunami yang datang tiba-tiba pada Sabtu (22/12) malam lalu, telah membuat roda perekonomian di wilayah terdampak terhenti. Alhasil, membuat persediaan makanan dan minuman terbatas.

Untuk itulah PKPU HI mendirikan Dapur Air, yang dapat melayani ratusan warga per hari. Dapur air ini menyediakan berbagai jenis minuman seperti kopi, susu, dan teh.

photo
Warga menikmati air hangat dari Dapur Air Hangat yang dibuka PKPU HI.

Respons bencana oleh PKPU HI dalam bentuk dapur air tidak hanya dimanfaatkan oleh warga terdampak, tetapi juga para tim evakuasi yang berada di sekitar lokasi bencana. Ihsan salah satu warga terdampak, mengungkapkan kegembiraannya atas hadirnya dapur air di tengah-tengah warga.

"Bisa minum hangat alhamdulillaah, bersyukur, bisa berkumpul juga," ungkapnya.

Dapur air ini juga akhirnya menjadi tempat berkumpul dan berbincang warga terdampak. Mereka berbagi semangat untuk saling menguatkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement