Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Pentingnya Zikir dalam Hidup

Kamis 13 Dec 2018 17:35 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Andi Nur Aminah

Ustaz Muhammad Cholil Nafis menjawab pertanyaan wartawan republika di Jakarta, Kamis (13/12).

Ustaz Muhammad Cholil Nafis menjawab pertanyaan wartawan republika di Jakarta, Kamis (13/12).

Foto: Republika/Prayogi
Acara Dzikir Nasional yang digelar Republika setiap tahun sangat positif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika akan menggelar Festival Republik dengan puncak acara Dzikir Nasional di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur pada 29 hingga 31 Desember 2018. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengatakan, zikir sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena itu, dia mengatakan acara Dzikir Nasional ini sangat baik.

KH Cholil mengatakan, dalam kehidupan manusia penting melakukan zikir kepada Allah SWT supaya setiap saat ingat kepada Allah. Hidup yang berzikir akan mendapat ketenangan sebab zikir bisa menjaga manusia dari perbuatan yang tidak baik. Saat hati kurang lurus dan memiliki orientasi yang berlebihan, manusia akan dikembalikan ke jalan yang benar dengan zikir. Sehingga ingat bahwa diri ini adalah ciptaan Allah.

"Kadang kita lupa dan merasa memiliki, mobil milik saya, pangkat miliki saya, kepintaran milik saya, kehebatan milik saya, kita lupa semua itu adalah milik Allah," kata KH Cholil saat ditemui Republika.co.id di Jakarta, Kamis (13/12).

Ia menerangkan, ketika ingat dan sadar diri ini milik Allah, maka akan kembali ke jalan Allah. Saat Rasulullah ditanya siapa yang paling cerdas, Rasulullah menjawab orang yang banyak ingat kematian. Kalau orang ingat mati, pasti orang tersebut ingat Allah dan pasti berzikir. Sehingga orang tersebut banyak mempersiapkan kematian, bukan takut akan kematian.

Melakukan zikir kepada Allah sebagai makhluk Allah, khalifatullah dan hamba Allah. Ketika orang menyadari dirinya sebagai hamba Allah, orang tersebut akan melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah.

"Sehingga (orang tersebut) tidak sombong. Yang paling mengkhawatirkan sekarang adalah penyakit sombong, kelompok saya yang benar, saya yang hebat, saya yang paling benar, ini sedang melanda di tengah kita, ini awal dari bencana," ujarnya.

KH Cholil mengingatkan, iblis dikutuk Allah hanya satu dosanya yaitu sombong. Sementara dengan melakukan zikir, artinya menempatkan diri di tempat yang paling rendah karena menyadari diri sebagai makhluk Allah. Dengan zikir akan menjauhkan diri dari perbuatan sombong.

Ia menyampaikan, saat menyebut Allah Maha Besar artinya diri ini sadar sangat kecil dan tidak ada apa-apanya. Saat menyebut Maha Suci Allah artinya diri ini sadar sangat kotor. Saat menyebut segala puji bagi Allah, sadar diri ini tidak ada apa-apanya.

"Maka rangkaian zkir, tasbih dan takbir di situlah menempatkan diri sebagai hamba Allah, zikir senjata paling ampuh untuk meluruskan orang, zikir sesuatu yang dapat mengarahkan hidup kita sebagai manusia yang sejati," jelasnya.

Menurutnya, acara Dzikir Nasional yang digelar Republika setiap tahun sangat positif. Daripada hura-hura, beli kembang api ratusan ribu dan maksiat. Lebih baik melakukan hal yang lebih positif dengan melaksanakan zikir untuk mengembalikan kesejatian diri.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA