Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Balitbang Kemenag: Kearifan Lokal Kita untuk Solusi Dunia

Senin 10 Dec 2018 15:20 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Seminar Internasional Balitbang

Seminar Internasional Balitbang

Foto: Republika/Muyiddin
Indonesia sebagai negara kepulauan kaya dengan ragam etnis dan budaya.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG –  Indonesia sebagai bangsa yang besar dinilai mempunyai solusi untuk ditawarkan ke dunia internasional dalam rangka perbaikan toleransi dan moderasi beragama di dunia.   

Kepala Balitbang-Diklat Kemenag, Prof Abdurrahman Mas'ud menjelaskan, di antara modal tersebut adalah toleransi berbasis kearifan lokal. Selain itu karakter banga Indonesia yang dikenal ramah, dermawan, dan toleran, telah diakui dunia internasional melalui sejumlah survei-survei global.   

Dia menilai, tugas yang tersisa adalah bagaimana memanfaatkan potensi besar itu agar mendatangkan maslahat bagi semua termasuk memperkuat dan menjaga warisan nenek moyang itu. 

Menurut dia, sebagaimana dipromosikan Kementerian Agama, moderasi beragama tersebut sudah tepat sekali. Moderasi agama itu yang berada di tengah-tengah untuk menganangani masalah-masalah yang ada, seperti radikalisme atau ekstremisme. 

“Kita punya potensi kearifan lokal yang luar biasa,” kata dia dalam workshop Internasional Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) dengan tema Mempromosikan toleransi dan moderasi Beragama di Indonesia' di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (10/12).  

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Prof Amin Abdullah mengatakan, modal yang dimiliki Indonesia adalah modal kultural dan sosial. Negara kepulauan seperti Indonesia kaya dengan baragam etnis dan agama. 

Menurut dia, geseken-gesekan yang melibatkan umat beragama atau antaretnis bisa diatasi dengan baik sehingga tidak membesar sebagaimana konflik di Timur Tengah. Sebut saja seperti di Yaman dan Suriah. 

“Dan itu yang harus ditawarkan kepada dunia bagaimana modal sosial dan kuktural itu menjadi kekayaan yang sangat berharga dan itu yang menjadikan survive,” tutur dia. 

Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Balitbang Kemenag, Muharram Marzuki mengatakan, fokus dari lokakarya Internasional ini adalah untuk mempromosikan praktik-praktik keagamaan yang mengedepankan toleransi dan moderasi di Indonesia.

"Kami ajak semua pihak bagaimana mempromosikan toleransi dan moderasi beragama di Indonesia," ujar Muharram saat sambutan dalam acara pembukaan Workshop Internasional, Senin (10/12).

Menurut dia, Kemenag memang memiliki misi utama begaimana memberikan penyadaran dan pembimbingan kepada umat beragama.Di Indonesia tidak hanya terdapat enam agama yang diakui recara resmi oleh pemerintah, tapi juga terdapat banyak agama lokal minoritas yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

"Nah kekayaan ini perlu kita manaje dengan baik. Karena sebuah kekayaan yang tidak dikelola dengan baik justru bisa menjadi malapetaka," ucap Muharram. 

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Balitbang-Diklat Kemenag, Prof Abdurrahman Mas'ud ini mengundang berbagai organisasi keagamaan, LSM, organisasi luar negeri, dan perwakilan dari kedutaan besar beberapa negara sahabat. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA