Sabtu, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 Januari 2020

Sabtu, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 Januari 2020

Azan tak Pernah Berhenti Walau Sesaat

Rabu 24 Okt 2018 06:30 WIB

Red: Agung Sasongko

Lukisan Bilal tengah adzan. Sebuah karya lukisan pada abad ke 14.

Lukisan Bilal tengah adzan. Sebuah karya lukisan pada abad ke 14.

Foto: Abdul Hadu WM
Kumandang azan laksana perputaran waktu yang terus berputar dan bergema

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh: Syahruddin el-Fikri

JAKARTA -- Kumandang azan laksana perputaran waktu yang terus berputar dan bergema dari satu tempat ke tempat lain, dari satu daerah ke daerah lain hingga kembali lagi ke awalnya dan bergerak lagi.

Ada sebuah ungkapan yang sering dinisbatkan kepada Rasulullah SAW yang berkata, ''Kiamat tidak akan terjadi hingga tidak ada lagi manusia yang menyebut nama Allah di muka bumi ini.''

Benarkah demikian? Untuk saat ini, ungkapan tersebut ada benarnya. Sebab, hingga saat ini, masih banyak manusia yang senantiasa berzikir dan menyebut asma Allah. Bahkan, hampir setiap saat masih ada umat manusia yang senantiasa menyebut nama Allah SWT.

Lihat ketika azan dikumandangkan. Secara berkesinambungan, seruan agar dilaksanakan shalat berjamaah itu selalu bergema ke seantero penjuru dunia tanpa berhenti sesaat pun. Ia akan terus bergema dari satu masjid ke masjid lain, dari satu daerah ke daerah lain, dari satu negara ke negara lain. Demikian seterusnya hingga dimulai lagi dari awal.

Indonesia, misalnya. Ketika terbit fajar mulai muncul di Papua pada pukul 05.30 waktu setempat, di wilayah Indonesia bagian timur itu pun segera berkumandang azan Subuh.

Lalu, selesai azan Subuh dari satu masjid, lantunan azan akan segera berkumandang dari masjid yang lain di wilayah sekitar Papua, seperti Timika, Manokwari, Jayapura, Wamena, dan lainnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA