Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Desa Ini Ditetapkan sebagai Kampung Tarbiyatul Quran

Rabu 24 Oct 2018 04:00 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

 Bupati Pekalongan Asip Kholbihi (tiga kanan) menandatangani prasasti saat peresmian Kampung Tarbiyah Quran di Desa Proto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (22/10).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi (tiga kanan) menandatangani prasasti saat peresmian Kampung Tarbiyah Quran di Desa Proto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (22/10).

Foto: Antara
Ada sekitar 102 hafiz dan hafizoh di Desa Proto.

REPUBLIKA.CO.ID, KAJEN -- Desa Proto yang berada di wilayah Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, resmi menjadi Kampung Tarbiyatul Quran. Penetapan tersebut tertuang dalam  Surat Keputusan Bupati Pekalongan Nomor 450/361 tahun 2018. 

''Penetapan Desa Proto sebagai Kampung Tarbiyatul Quran diinisiasi oleh masyarakat setempat. Kami dari Pemkab hanya menfasilitasi,'' kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Selasa (23/10).

Menurutnya, Desa Proto memang layak menjadi Kampung Tarbiyatul Quran karena di desa ini ada banyak penghapal Alquran. Menurut Bupati, dari laporan yang dia terima ada sekitar 102 hafiz dan hafizoh di Desa Proto.

''Hal ini jarang sekali ditemukan di Indonesia,'' katanya.

Bupati menyebutkan, Desa Proto memiliki penghafal Alquran yang cukup banyak, karena memang kegiatan mengaji dan menghapal Alquran sudah menjadi tradisi yang kuat bagi warga desa tersebut.

''Tidak hanya para ustaz atau kiainya saja, akan tetapi seluruh strata sosial di desa tersebut bahkan anak-anak juga mulai menghafal Alquran. Kondisi ini bisa menjadi rujukan bagi yang ingin menghafal Alquran karena selain dukungan metodologi juga menghafal Alquran di desa ini mendapat dukungan sosial," ujarnya

Bupati menambahkan, dengan penetapan Desa Proto sebagai sebagai desa Tarbiyatul Quran, Pemkab akan memberikan berbagai fasilitas sehingga menjadi lebih representatif dan kegiatan mengaji serta menghafal Alquran di desa tersebut menjadi lebih giat. Sedangkan pengelolaannya, akan diserahkan pada masyarakat desa setempat.

Sebelumnya, peluncuran Desa Proto sebagai Kampung Tarbiyatul Quran, dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional. Selain dihadiri jajaran pejabat dan pengurus NU di Kabupaten Pekalongan, acara peluncuran tersebut juga dihadiri anggota Komisi VIII DPR, Bisri Romli. Acara peluncuran ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Asip Kholbihi dan peletakkan batu pertama gapura desa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA