Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Kemenag akan Bekali Guru dan Siswa Madrasah dengan Literasi

Selasa 23 Oct 2018 14:17 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Andi Nur Aminah

Program Literasi Digital kepada guru dan siswa. (ilustrasi)

Program Literasi Digital kepada guru dan siswa. (ilustrasi)

Foto: Pemkab Sleman
Program inu adalah kerja sama Kemenag dengan Facebook dan Yayasan Cinta Anak Bangsa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama RI melalui Ditjen Pendidikan Islam akan membekali guru dan siswa madrasah dengan literasi digital. Seperti dilansir laman resmi Kemenag.go.id, Selasa (23/10) pembekalan literasi digital kepada guru dan siswa madrasah itu diberi nama program 'Think Before You Share'.

Program ini merupakan kerja sama Kemenag dengan media sosial Facebook dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). “Literasi digital sesuatu yang tidak bisa kita tolak. Suka tidak suka, semua sudah ada di hadapan kita. Tergantung kita, bagaimana menggunakannya dengan positif,” ujar Sekretaris Ditjen Pendis Imam Safei.

Menurut Syafei, perkembangan era digital membuat guru dan siswa di madrasah perlu cerdas dalam menyikapi informasi yang masuk. Menurutnya, program 'Think Before You Share' sangat bermanfaat bagi guru dan siswa.

Dalam program yang dilaksanakan Facebook dan YCAB, Kemenag melibatkan 1.300 guru dan 5.000 siswa madrasah yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sumatra Utara, dan Sulawesi Selatan. “Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat untuk anak didik kita,” harap Imam.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Ruben Hattari mengatakan, 'Think Before You Share' adalah wujud komitmen Facebook di Indonesia untuk mengedepankan literasi digital. “Tujuan dari kegiatan ini bagaimana meningkatkan kapabilitas pengguna media sosial, saat mereka mendapat konten dapat berpikir kiritis dan menggunakan empatinya,” ujarnya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA