Senin 22 Oct 2018 12:29 WIB

Polda Kalbar Peringati Hari Santri Nasional di Ketapang

Keberadaan santri bisa jadi contoh yang diharapkan bisa membangun masyarakat madani.

Rep: Mabruroh/ Red: Andi Nur Aminah
Ribu santri di memeringati Hari Santri Nasional (ilustrasi)
Foto: Republika/Neni Ridarineni
Ribu santri di memeringati Hari Santri Nasional (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pol Didi Haryono menghadiri peringatan Hari Santri Nasional yang dilakukan di Ketapang, Senin (22/10). Acara peringatan hari santri dilakukan dengan apel akbar Hari Santri Nasional IV Tahun 2018 bertempat di halaman Kantor Bupati Ketapang.

Dalam sambutannya, Didi menyampaikan bahwa santri adalah generasi Penerus Bangsa. Santri menjadikan instrumen religi sebagai dasar dari pola pikir yang diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari. "Ini bagus dan memiliki peranan penting dalam membangun jiwa generasi muda yang cerdas dan berahlak mulia," kata Didi dalam siaran pers pada Senin (22/10).

 

Didi melanjutkan, Islam adalah agama rahmatan lilalamin atau membawa rahmat bagi seluruh umat manusia. Maka keberadaan santri menurutnya adalah contoh di masyarakat yang nantinya diharapkan bisa membangun karakter masyarakat yang madani.

Oleh karena itu Didi menilai agar peran para santri ini dapat diwadahi dan ditingkatkan. Tujuannya untuk mengembangkan kemampuannya dalam menopang karakter bangsa dan kemampuannya dalam menyesuaikan diri dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Santri juga lanjut Didi, harus bisa mensinkronkan kewajiban agama dan tuntutan modernitas. Sehingga diharapkan mampu mengendalikan tuntutan Global dan membawa manfaat bagi perubahan peradaban. "Santri juga merupakan duta intoleransi yang harus memiliki daya cegah dan daya tangkal radikalisme, isu hoaks dan ujaran kebencian," kata Didi

Oleh karena itu, Polri sebagai aparat negara dalam menertibkan keamanan juga tidak dapat bekerja sendiri. Polri tambah Didi membutuhkan dukungan dari seluruh stake holder, seperti pemerintahan, instansi lain dan masyarakat termasuk santri di dalamnya. "Sebagaimana tema apel akbar ini marilah kita wujudkan bersama santri damailah Bangsa Indonesia," kata Didi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement