Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Kisah Kucing dalam Peradaban Islam

Selasa 02 Oct 2018 14:01 WIB

Red: Agung Sasongko

Kucing

Kucing

Ada sekelumit kisah kucing yang terlupakan, terutama di tengah peradaban Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kucing, memiliki kisah dalam lintasan sejarah. Pun, dalam perkembangan peradaban manusia. Ada saat kucing menjadi sesembahan.

Namun sebaliknya, binatang ini pun dianggap sebagai iblis. Pada sebuah masa di Eropa, kucing bersama perempuan dianggap sebagai mitra iblis.

Sebagai contoh, selama terjadi sebuah wabah yang dinamakan 'Black Death', banyak kucing yang kehilangan nyawa akibat pembantaian. Namun, ternyata pembunuhan terhadap kucing secara besar-besaran itu tak membuat keadaan lebih baik.

Di sisi lain, ada sekelumit kisah kucing yang terlupakan, terutama di tengah perkembangan peradaban Islam. Jika menilik masa Nabi Muhammad bersama para sahabatnya, secara umum mereka telah memberi teladan untuk memberi kasih sayang pada binatang, termasuk pada kucing.

Bahkan, di dunia Islam, muncul pula julukan Abu Hurairah atau Bapak Kucing. Dia adalah sahabat Nabi Muhammad. Ia mendapat julukan itu dari Nabi Muhammad karena memelihara seekor kucing jantan kecil, yang dalam bahasa Arab disebut hurayrah.

Pada bagian introduksi buku Lorraine Chittock yang bejudul Cats of Cairo, mendiang Annemarie Schimmel, cendekiawan asal Jerman, menuliskan tentang kisah kucing ini.

Menurut Schimmel, saat orientalis asal Inggris, EW Lane, tinggal di Kairo pada 1830-an, ia sangat kagum melihat pemandangan setiap sore yang ada di taman gedung pengadilan tinggi di sana. Banyak sekali kucing yang berkumpul di taman tersebut.

Orang-orang membawa keranjang sarat makanan untuk kucing-kucing yang bercengkerama pada sore hari itu. Lane, ungkap Schimmel, kemudian memperoleh informasi bahwa pemandangan itu terkait dengan tradisi pemenuhan kewajiban para hakim yang dimulai sejak abad ke-13.

Saat itu, berada pada masa pemerintahan Sultan al-Zahir Baybars dari Dinasti Mamluk. Dia yang dikenal sebagai penyayang kucing, telah menitahkan pembuatan tempat yang disebut taman kucing. Di tempat ini, kucing bisa mendapatkan segala yang mereka butuhkan dan sukai.

Tradisi untuk memberi makan kucing terus berlanjut. Orang-orang yang mengunjungi kota-kota di dunia Islam, akan menemukan kucing yang mungkin tak terhitung jumlahnya. Kucing banyak berkeliaran secara bebas, di jalan-jalan di Kairo, Istanbul, Kairouan, dan Damaskus.

Di kota lain yang ada dalam kekuasan Islam juga terlihat pemandangan yang sama. Kucing, sering pula ditemukan berkeliaran di masjid. Mereka diperlakukan dengan baik dan disambut dengan senang hati. Bukan hanya karena alasan fungsional, untuk mengusir tikus.

 

sumber : Mozaik Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA