Kamis 13 Sep 2018 21:58 WIB

Meneduh di Masjid Perahu

Masjid ini jadi favorit karyawan yang hendak shalat dan beristirahat.

Rep: mgrol113/ Red: Agung Sasongko
Masjid Agung Almunada Darussalam atau Masjid Perahu  berada di kawasan tebet, Jakarta Selatan, Ahad (24/6).
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Masjid Agung Almunada Darussalam atau Masjid Perahu berada di kawasan tebet, Jakarta Selatan, Ahad (24/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siang itu, panas terik menyapa warga ibu kota yang tengah beraktivitas. Hilir mudik kendaraan seakan tak putus. Bunyi klakson kendaraan menjadi harmoni.

Tepat pukul 12.00 WIB, terdengar sautan Adzan. Perlahan dengan langkah mantap, sejumlah karyawan yang berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, mendekati asal masjid tempat Adzan berkumbandang. Ya, Masjid Agung Al-Munada Baiturrahman atau dikenal dengan Masjid Perahu tempatnya.

Masjid ini merupakan masjid tua yang terletak di Jalan Menteng Pulo Raya RT 003/005 Nomor 23, Tebet, Jakarta Selatan. Dibangun pada 1962 silam, masjid ini tetap tegar berdiri di antara riuh pikuk kehidupan ibu kota. Keunikan masjid ini tentu saja, ada “perahu” di lingkungan masjid.

Perahu ini ternyata tempat wudhu dan toilet di masjid. Struktur bangunan yang mirip dengan perahu ini konon terinspirasi oleh kapal yang dipakai Nabi Nuh ketika banjir melanda dunia saat itu.

Akses ke masjid memang masih cukup sulit, karena harus melalui gang-gang kecil yang hanya bisa dimasuki motor saja. Letaknya pun di pertengahan area rumah warga, di belakang apartemen Casablanca.

Namun ketika sampai di lokasi, terasa udara sangat teduh. Di aula depan masjid pun banyak orang sedang istirahat dan ber santai ria selepas melaksanakan ibadah shalat.

Ketika memasuki area dalam masjid, terdapat dinding dan begitu banyak ornamen yang terbuat dari kayu-kayu yang bertuliskan lafadz-lafadz Alqur’an. Tak hanya sampai situ, di sebelah ruang tempat shalat juga terdapat pajangan batu-batu giok dan juga Alqur’an besar dengan sampul kayu.

Arsitektur bangunan masjid yang klasik menjadi daya tarik tersendiri ketika berkunjung ke Masjid Perahu. Kayu-kayu yang ada di masjid memang terlihat tegar dan di desain dengan konsep klasik, namun tetap saja tidak terlihat tua bila dipandang.

Nanang, salah satu pengunjung yang sering shalat di masjid itu juga menuturkan bahwa memang bangunan ini tidak dipugar, hanya renovasi-renovasi kecil. “Senang berada di sini. Natural, tempatnya juga enak untuk istirahat selepas kerja," kata dia,

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement