Selasa 04 Sep 2018 22:24 WIB

Tim NU Peduli Lombok Targetkan 1.000 Huntara

Proses pembangunan huntara maupun fasilitas umum darurat akan melibatkan masyarakat

Pekerja menyelesaikan pembangunan
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Pekerja menyelesaikan pembangunan "Integrated Community Shelter" atau hunian sementara untuk korban gempa bumi di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (4/9). Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui program-program pemulihan pascabencana membangun sebanyak 160 unit hunian sementara untuk korban gempa yang terintegrasi dengan fasilitas umum seperti masjid, sekolah dan sarana MCK. ANTARA FOTO

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim Nahdlatul Ulama Peduli Lombok akan membangun sedikitnya seribu hunian sementara bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia (LPBI) NU Rurid Rudianto di Mataram, Senin, mengatakan keberadaan huntara menjadi prioritas utama dalam penanganan korban gempa mengingat masih banyak warga tinggal di pengungsian, sedangkan bantuan rehabilitasi rumah dari pemerintah masih memerlukan waktu.

"Proses transisi enam bulan ada persoalan dari pengungsian, mereka mau tinggal di mana sebelum dibangun, jadi ini pekerjaan rumah lembaga nonpemerintah karena pemerintah tidak menyediakan (huntara, red.)," katanya.

Ia menjelaskan NU Peduli Lombok menargetkan 1.000 huntara, 100 MCK, 500 sekolah darurat, dan 100 masjid darurat yang ditargetkan rampung satu sampai dua bulan ke depan.

Proses pembangunan huntara maupun fasilitas umum darurat akan melibatkan masyarakat terdampak.

"Ada dialog, warga maunya seperti apa, kan kondisi Lombok ada yang dataran rendah dan tinggi. Kita dorong juga warga memanfaatkan potensi lokal dengan sisa-sisa bangunan," kata Rurid Rudianto.

Selain penyaluran bantuan yang rutin dilakukan, NU Peduli juga mulai membantu penanganan pascabencana, termasuk penyediaan sarana layanan kesehatan dan pendidikan.

Koordinator NU Peduli Lombok Baiq Mulyana mengatakan untuk penanganan korban gempa, Tim NU Peduli Lombok membuat enam klaster, meliputi pendidikan, kesehatan, logistik, litbang, pengungsian dan perlindungan, serta sarana dan prasarana.

Untuk klaster pengungsian dan perlindungan, NU Peduli telah mendistribusikan kebutuhan mendesak, seperti terpal, selimut, hingga tikar yang dibutuhkan pada masa tanggap darurat.

Untuk klaster logistik, NU Peduli telah mendistribusikan sembako ke 150 titik di seluruh Pulau Lombok dan Sumbawa Barat.

Untuk klaster kesehatan, NU Peduli telah melakukan pelayanan kesehatan kepada 2.800 korban gempa oleh 52 tim medis. 

Bahkan, sejauh ini NU Peduli juga telah membangun lebih dari 20 mushalla darurat dan delapan sekolah darurat lengkap dengan tim untuk melakukan penyembuhan dari trauma.

"Antarklaster ini juga saling berkaitan, semisal klaster pendidikan juga berkaitan dengan klaster sarana dan prasarana seperti pada pembangunan sekolah darurat," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement