Selasa 28 Aug 2018 17:46 WIB

FOZ Rancang Program Pemulihan di Lombok

Ada tiga poin yang difokuskan FOZ

Rep: Dedy Darmawan/ Red: Agung Sasongko
Kerusakan rumah infrastruktur akibat bencana gempa di Lombok, NTB
Foto: EPA
Kerusakan rumah infrastruktur akibat bencana gempa di Lombok, NTB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lembaga Forum Zakat (FOZ) ambil bagian dalam merancang program pemulihan pembangunan Lombok di masa transisi. Ketua Umum FOZ, Bambang Suherman mengatakan, terdapat dua masalah mendasar yang ditimbulkan oleh bencana gempa bumi tersebut.

Pertama, meluasnya kerusakan fisik baik rumah maupun fasilitas umum. Kedua, tingkat trauma masyarakat terdampak bencana gempa bumi cukup besar karena diguncang secara beruntun. Trauma tersebut masih melekat kepada masyarakat Lombok sehingga menimbulkan kekhawatiran terus menerus.

 “FOZ melihat bencana gempa bumi di NTB menjadi bencana gempa satu-satunya dalam 20 tahun terakhir yang gempa susulannya sangat sering dan kuat,” kata Bambang dalam pernyataan tertulis kepada Republika.co.id, Selasa (28/8). 

Melihat dampak bencana yang cukup besar, FOZ menggelar Focussed Group Discussion (FGD) Sinergi Nasional Gempa Lombok untuk merancang program recovery yang akan dilakukan bersama seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) anggota. Turut hadir dalam FGD tersebut yakni Kementerian PUPR, Sementerian Sosial, dan BNPB Pusat.

Berdasarkan hasil FGD yang digelar, setidaknya terdapat tiga poin penting yang akan difokuskan FOZ dalam masa pemulihan Lombok dan masyarakat Lombok. Pertama, penentuan kawasan recovery masing-masing LAZ. “FOZ menghimbau masing-masing LAZ untuk menentukan kawasan recovery, baik desa maupun dusun, yang akan menjadi fokus pemulihan,” kata Bambang.

Kedua, menggulirkan program konstruksi. Berdasarkan laporan relawan LAZ anggota FOZ di lapangan, masyarakat terdampak gempa membutuhkan hunian sementara yang layak sembari menunggu bantuan pemerintah. Seperti diketahui, pemerintah pusat akan turun tangan dalam pembangunan wilayah Lombok yang rusak akibat gempa beruntun. 

“Selain itu, program konstruksi lainnya yaitu pembangunan masjid sementara, sekolah sementara, dan pasar sementara,” kata Bambang.

Ia menilai, program konstruksi tersebut akan memberikan rasa nyaman masyarakat dan memudahkan mereka untuk kembali beraktivitas seperti semula. Termasuk, dalam menghidupkan kembali roda perekonomian di seluruh lapisan masyarakat korban gempa. 

Program ketiga, yakni penanganan kerentanan. Menurut FOZ, masalah kesehatan menjadi isu utama dalam fase pemulihan. Masyarakat terdampak rentan terserang berbagai macam penyakit setelah kurang lebih tiga pekan tinggal di pengungsian dengan fasilitas seadanya. “FOZ mendorong LAZ untuk menyediakan akses layanan kesehatan dan pembuatan sarana kakus yang bersih,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, FOZ telah selesai melakukan pemetaan wilayah terdampak. Pendataan sumber daya dan kebutuhan tiap lembaga sudah dikumpulkan. Selanjutnya, adalah pengkoordinasian semua kekuatan, termasuk dari masyarakat, agar menjadi grand design program recovery untuk masyarakat Lombok. 

Hal tersebut semata-mata agar para korban secepatnya dapat hidup normal seperti sedia kala. “Karena itu FOZ mengajak semua masyarakat agar terus membantu masyarakat di Lombok melalui lembaga amil zakat dan kemanusiaan yang terpercaya,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement