Ahad 19 Aug 2018 19:41 WIB

ACT Jawa Tengah Kirim Bantuan Logistik ke Lombok

Masing-masing armada Truk membawa bantuan logistik 5 ton.

Rep: Eric Iskandarasyah Z/ Red: Agung Sasongko
Chef Food Truck ACT memproduksi dan mendistribusikan makanan di pengungsian di Kampung Gebang Barat, Desa Pagesangan Timur, Kota Mataram, Lombok, NTB pada Jumat (10/8).
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Chef Food Truck ACT memproduksi dan mendistribusikan makanan di pengungsian di Kampung Gebang Barat, Desa Pagesangan Timur, Kota Mataram, Lombok, NTB pada Jumat (10/8).

REPUBLIKA.CO.ID,  SEMARANG -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah memberangkatkan 5 Armada Truk Kemanusiaan yang membawa bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan korban gempa Lombok. Kepala Cabang ACT Jawa Tengah, Suroto mengatakan, Truk Kemanusiaan berangkat dari halaman Balaikota Semarang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada Ahad (19/8) pukul 10.00 WIB.

“Masing-masing armada Truk membawa bantuan logistik 5 ton yang terdiri dari pakaian baru, beras, air mineral, perlengkapan kebersihan diri, selimut, tenda, terpal, obat-obatan dan yang lainnya,” kata Suroto.

Terkumpulnya bantuan logistik dengan total 25 ton atau senilai lebih dari Rp300 juta ini merupakan sinergi ACT bersama dengan seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah yang berkomitmen dan peduli dengan saudara kita yang terdampak gempa di Lombok.

Suroto berharap konvoi armada Truk dari Semarang menuju Lombok ini dapat menjadi pesan yang membawa kebaikan kepada masyarakat Indonesia untuk tetap dan lebih peduli dengan saudara sebangsa.

“Alhamdulillah bertepatan dengan momen HUT RI, ACT Jateng menyongsong aksi yang telah lebih dulu digerakkan oleh ACT Pusat (Jakarta)," katanya.

Berkat sinergi TNI Angkatan Laut dan ACT, Kapal Kemanusiaan untuk Lombok diberangkatkan pada tanggal 17 Agustus kemarin, dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta membawa 1000 ton bantuan terbaik untuk meringankan duka saudara-saudara kita yang diguncang gempa.

Ketua DPRD Kota Semarang menyebut, banyak hal yang bisa dilakukan guna membangun kepedulian. Kota Semarang bagian dari NKRI, bagian dari unsur kemanusiaan juga bagian dari orang-orang yang beriman.

"Sudah menjadi tanggung jawab bagi kita semua untuk kemudian peduli,” ujarnya.

Agung juga mengharapkan kolaborasi antara ACT dengan DPRD dan jajaran pemerintah Kota Semarang dapat terus berkelanjutan. "Saya ucapkan terimakasih kepada ACT, kita akan terus bersama, akan terus bareng-bareng untuk kemudian berbagi kepedulian kepada seluruh saudara-saudara kita karena sesungguhnya kita adalah makhluk sosial yang harus saling bantu satu sama lain," ucap Agung.

Upaya ACT dalam menggerakkan kepedulian di tengah masyarakat tidak luput dari sinergi yang terus berkelanjutan bersama Lembaga berbasis kerelawanan & tanggap darurat berskala nasional, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). MRI turut aktif turun menggerakan dan menghimpun berbagai bentuk donasi dari seluruh masyarakat yang kemudian didistribusikan bersama dengan ACT dan mitra yang ada.

ACT terus berkomitmen untuk memberi dukungan terbaik sekaligus menjadi solusi untuk meringankan beban saudara yang tertimpa nestapa. Selain program tanggap bencana berupa pengiriman bantuan menuju Lombok, ACT juga memiliki program tanggap pasca bencana, yakni Disaster Recovery Program (DRP).

DRP hadir untuk mengupayakan agar masyarakat korban bencana dan pengungsi dapat kembali pada kehidupan normal sebagaimana mestinya. Sehingga masyarakat tidak saja sebagai korban bencana, namun juga sebagai pelaku aktif dalam kegiatan rehabilitasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement