Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Calon Pemimpin Sowan ke Kiai Hal Normal

Sabtu 28 Apr 2018 03:52 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Esthi Maharani

Acara Forum 1.000 Ulama, Habaib, dan Kiai Dalam Forum Silatnas Ulama Rakyat, di Convention Hall Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, (12/11).

Acara Forum 1.000 Ulama, Habaib, dan Kiai Dalam Forum Silatnas Ulama Rakyat, di Convention Hall Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, (12/11).

Foto: Republika/Subarkah
Mendatangi pesantren bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, KH Afifuddin Muhajir mengatakan kedatangan calon pimpinan daerah atau presiden ke para kiai merupakan sesuatu yang normal. Mereka mempunyai kepentingan untuk mendapatkan simpati dari masyarakat dengan mendatangi orang yang berpengaruh.

"Normal dan manusiawi, mereka kan ingin menang, segala cara mereka lakukan. Tapi jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak benar," ujar Kiai Afifuddin kepada Republika.

Ia menegaskan mendatangi pesantren bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Namun, Kiai Afifuddin tidak membenarkan apabila kedatanganmereka membawa sesuatu sebagai sogokan.

Kiai Afifuddin selama ini sering menerima kunjungan daricalon pemimpin daerah atau presiden. Ketika itu, Kiai Afifuddin menyampaikanpesan-pesan normatif kepada mereka. Termasuk memberikan penjelasan bahwapolitik bukan tujuan, namun hanya sarana mencapai tujuan.

"Pada dasarnya politik adalah baik, suci bahkan mensucikan," kata Kiai Afifuddin.

Akan tetapi, menurutnya, realita politik saat ini seringdijalankan dengan menghalalkan segala cara sehingga yang suci menjadi barangyang mutanajjis. Tujuan politik padadasarnya bagus dan apabila dijalankan dengan baik, maka akan menjadi politikIslam.

"Jadi apa yang diharapkan kita sekarang belum terjadi sekarang," Kiai Afifuddin menegaskan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA