Selasa 17 Apr 2018 16:15 WIB

Pelaku Penulisan Lafaz Allah di Trotoar Diduga Sakit Jiwa

Masyarakat diminta tidak terprovokasi atas kejadian tersebut.

Rep: Zuli Istiqamah/ Red: Agus Yulianto
Kata 'Allah' (Ilustrasi)
Kata 'Allah' (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gambar lafaz Allah di trotoar jalan di Leuwipanjang, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung viral di dunia maya. Gambar yang beredar memperlihatkan beberapa lafaz Allah dalam tulisan bahasa Arab di atas trotoar.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Camat Bojongloa Kidul, Rajasa Brutu membenarkan, adanya tulisan tersebut di trotoar sekitar Jalan Leuwipanjang. Tulisan yang diketahui aparat kewilayahan pada Senin (16/4) itu pun langsung dihapus dan dibersihkan.

"Memang ada yang menulis seperti itu (lafaz Allah). Tulisannya diketahui siang hari oleh anggota trantib melintas. Diperkirakan, ditulisnya pagi-pagi. Kemudian pas sore hari langsung kita hapus," kata Rajasa saat dihubungi wartawan, Selasa (17/4).

Dia menuturkan, pelaku penulisan juga langsung diamankan petugas. Sebab pelaku masih ada di lokasi kejadian sambil memegang batu bata yang diduga digunakan untuk menulis. Menurutnya, setelah diamankan dan diinterogasi, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Sehingga pada Sore kemarin dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan.

"Kejadiannya kemarin. Itu ada orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ) yang melakukan. Saat ditemukan, orangnya lagi duduk begitu termangu. Selonjoran, menulis begitu. Ditanya tidak bisa menjawab. ODGJ ini kemudian dibawa ke Puskesmas Kopo," ujarnya.

Dia menyebutkan, pelaku diduga merupakan warga RW 04 Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Pelaku diduga menuliskan lafaz Allah di trotoar sepanjang hampir lima meter. "Nama pelaku yang gangguan jiwa ini Wiwi Wikarmaji warga RT 07 RW 04 Kelurahan Situsaeur Kecamatan Bojongloa Kidul," ucapnya.

Humas Pemkot Bandung Yayan Briliyana mengatakan, masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban dan keamanan Kota Bandung. Ia berharap, masyarakat tidak terprovokasi atas kejadian tersebut. "Imbauan kepada masyarakat tetap tenang serahkan kepada aparat dan jangan terprovokasi," kata Yayan.

Dia berharap, warga tidak melakukan aksi-aksi yang memicu kontroversi seperti itu. Warga harus terus menjaga kondusivitas Kota Bandung agar tetap aman dan nyaman.

"Kami pun menghimbau agar masyarakat turut menjaga sarana prasarana publik serta tetap menjaga ketertiban dan keamanan dengan tidak melakukan aksi yang akan memicu gangguan kondusivitas seperti aksi tersebut," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement