Selasa 03 Apr 2018 11:43 WIB

MUI Papua Apresiasi Permohonan Maaf Ustaz Fadlan

Video ceramah tersebut sudah lama dan diviralkan oleh oknum tertentu.

Rep: Muhyidin/ Red: Muhammad Subarkah
Ustaz Fadlan Garamatan (kiri) bersama Ketua MUI Papua Ustadz Payage (kanan) memberikan keterangan kepada media saat konferensi pers tanggapan Ustadz Fadzlan Garamatan terhadap kriminalisasi dari para pendeta di Jayapura di Matraman, Jakarta, Senin (2/4).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Ustaz Fadlan Garamatan (kiri) bersama Ketua MUI Papua Ustadz Payage (kanan) memberikan keterangan kepada media saat konferensi pers tanggapan Ustadz Fadzlan Garamatan terhadap kriminalisasi dari para pendeta di Jayapura di Matraman, Jakarta, Senin (2/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH Saiful Islam Al Payage mengapresiasi permohonan maaf yang disampaikan dai kondang asal Papua, Ustaz Fadlan Rabbany Garamatan terkait video viralnya yang dinilai menyinggung soal adat Papua. Menurut Kiai Saiful, video tersebut sebenarnya sudah lama tapi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Saya bersyukur dan berterimakasih kepada Allah karena masalah Video Ustaz Fadlan Garamatan, beliau dengan hati yang sangat mulia, hati yang sangat bersih, beliau mau minta maaf," ujar Kiai Saiful saat melakukan tabayun bersama Ustaz Fadlan di Jakarta, Senin (2/3).

Walaupun, menurut dia, sebenarnya belum tentu Ustaz Fadlan salah dalam menyampaikan ceramahnya. Tapi, karena cintanya pada tanah Papua maka Ustaz Fadlan mau meminta maaf kepada rakyat Papua yang merasa tersinggung dengan isi ceramahnya dalam video viral tersebut.

"Beliau anak kepala suku besar, beliau adalah putra asli Papua, beliau adalah orang yang banyak memiliki jasa juga buat pembangunan Papua, baik SDM dan sebagainya. Beliau memiliki peran yang sangat penting," ucapnya.

Dalam pertemuan tabayun tersebut, Ustaz Fadlan memberikan klarifikasi dan menyampaikan klarifikasi terkait maksud dan tujuan dari ceramahnya bahwa dirinya tidak berniat menyinggung siapa pun. Karena itu, Kiai Saiful memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ustaz Fadlan.

"Beliau klarifikasi, beliau mau menyampaikan unek-uneknya maksud daripada ceramah ini. Itu MU Papua memberikan penghargaan setinggi-tingginya," katanya.

"Mudah-mudahan teman-teman, tokoh-tokoh masyarakat di Papua, tokoh politik, tokoh adat bisa menerima permintaaan maaf Ustaz Fadlan Garamatan, sehingga tidak ada batas atau tendensi, sehingga kita bisa membangun tanah Papua di masa mendatang," jelasnya.

Dengan didampingi Kiai Saiful dan Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal, Ustaz Fadlan Garamatan menyampaikan permintaan maaf terhadap vidio ceramah yang berisi tentang adat Papua. Menurut dia, video tersebut sudah lama dan diviralkan oleh oknum tertentu. Bahkan ia mengaku sudah lupa di mana hal itu disampaikan.

"Saya Ustaz Fadlan Rabbani Garamatan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat adat Papua atas kesalahpahaman dalam memahami isi kandungan video ceramah saya yang telah diviralkan oleh oknum tidak bertanggung jawab," kata Ustaz Fadlan.

Ceramah Ustaz Fadlan yang menjadi viral tersebut adalah tentang materi 'sabun mandi' Ustaz Fadlan. Hal ini yang membuat Ustaz Fadlan juga diberikan julukan 'Dai Sabun Mandi'. Video viral tersebut salah satunya diunggah oleh akun Youtube, SalingSapa. Video ceramah tersebut berjudul 'Ustaz Fadlan Garamatan-Dakwah untuk memperbaiki negeri'.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement