Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Ini Tiga Hal Sikapi Kekerasan Terhadap Pemuka Agama

Selasa 13 Feb 2018 00:49 WIB

Red: Agus Yulianto

Menag Lukman Hakim Saifuddin Bersama Menteri Di Jabatan Perdana Menteri Malaysia YB Mejar Jeneral Dato' Seri Jamil Khir Hj Baharom.

Menag Lukman Hakim Saifuddin Bersama Menteri Di Jabatan Perdana Menteri Malaysia YB Mejar Jeneral Dato' Seri Jamil Khir Hj Baharom.

Foto: dok. Kemenag.go.id
Kekerasan sebesar apapu terhadap pemuka agama, tidak dibenarkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali menegaskan, tindakan kekerasan terhadap pemuka agama, apalagi dilakukan di rumah ibadah, itu tidak bisa ditolerir atas dasar alasan apapun juga. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menyikapi tindakan kekerasan terhadap pemuka agama.

“Oleh karenanya, semua kita kita harus dengan segala cara mencoba untuk menghindari potensi terjadinya ini. Tindakan kekerasan itu sendiri sudah sesuatu yang harus kita cegah apalagi dilakukan terhadap pemuka agama dan dilakukan di rumah ibadah,” ujar Menag usai kunjungan Menteri Jabatan Perdana Menteri Malaysia YB Mejar Jeneral Dato Seri Jamil Khir Hj Baharom ke Kemenag di Jakarta, Senin (12/2).

Menurut Lukman, ada tiga hal dalam menyikapi tindakan kekerasan terhadap pemuka agama. Pertama, menjadikan peristiwa ini bahan instrospeksi umat beragama itu sendiri untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan mengamankan para pemuka agamanya, rumah-rumah ibadah kita sendiri, khususnya dalam aktivitas keagamaan.

“Dan selaku Menag, saya sudah mengintruksikan kepada seluruh kakanwil di semua provinsi, dirjen bimbingan masyarakat (bimas) agama-agama dan pengelola rumah ibadah agar meningkatkan kewaspadaan dan mengamankan para pemuka agamanya, dan wilayah rumah ibadahnya,” ucapnya.

Kedua, kita berharap betul dengan kejadian-kejadian ini, kepada aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian betul-betul mampu mengungkap motif di balik peristiwa-peristiwa ini. Tidak cukup kita mendapatkan informasi atau penjelasan ini dilakukan oleh orang-orang hilang ingatan atau sakit jiwa.

“Kita berharap ada pengungkapan lebih jelas lalu kemudian ada rasa aman pada masyarakat,” ujarnya.

Ketiga, khusus kepada umat beragama dan masyarakat secara umum, Lukman minta untuk tidak terprovokasi atas aksi dan tindakan kekerasan ini.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat hukum dalam hal ini kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian ini sehingga kita tidak perlu main hakim sendiri dalam merespon tindak kekerasan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” tutur Menag.

sumber : kemenag.go.id
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA