Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Signifikan, Peran Zakat Turunkan Angka Kemiskinan

Sabtu 20 Jan 2018 16:38 WIB

Rep: mg02/ Red: Agung Sasongko

Zakat

Zakat

Foto: Antara
BPS merilis jumlah angka kemiskinan di Indonesia turun.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --Kenaikan dana zakat hingga 20 persen ternyata diikuti dengan penurunan tingkat kemiskinan. Pada awal tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Indonesia yang mengalami penurunan. Per Maret 2017, angka kemiskinan di Indonesia mencapai 27,77 juta. Pada September 2017, angka itu menyusut menjadi 26,68 juta orang.

Menurut Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, dana zakat menjadi salah satu indikator terhadap penurunan hingga 1,19 juta dari jumlah penduduk miskin di Indonesia. "Kita enggak nyentuh soal zakat. Kita berdasarkan survei. Tetapi sa ya kira pasti peranannya besarlah un tuk zakat itu," kata Suhariyanto ketika dihubungi Republika.co.id, belum lama ini.

Pernyataan Suhariyanto dikuatkan oleh Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS Harmawanti Marhaeni. Ia menjelaskan, secara teori peran zakat memiliki kaitan yang lumayan signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di Indonesia. "Secara teori ada kaitannya tetapi kami tidak punya data empiris terkait zakat," kata dia. Selama periode Maret–September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 401,28 ribu orang. Sementara, di daerah pedesaan turun sebanyak 786,95 ribu orang.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama M Fuad Nassar menjelaskan, pengelolaan za kat umat Islam membantu tugas nega ra untuk menyejahterakan kehidupan rakyat sesuai amanat konstitusi negara RI. Zakat merupakan sumber dana non-APBN yang bermanfaat untuk penanggulangan kemiskinan dan mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi.

Sektor perzakatan menunjang pencapaian 11 dari 17 item Tujuan Pemba ngunan Global Ber kelanjutan (SDGs). "Walaupun lembaga filantropi tum buh pesat, namun lembaga pengelola zakat punya eksistensi dan kekhususan yang tidak bisa tergantikan," kata mantan wakil sekretaris Baznas ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA