Selasa 09 Jan 2018 11:45 WIB

Bait Alquran Bahrain Dirancang Seperti Buku Besar

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko
Bait Alquran Bahrain
Foto: wikipedia
Bait Alquran Bahrain

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seperti dilansir dari Time-Out Bahrain, bangunan Bait Alquran dirancang, seperti sebuah buku besar. Pada permukaan dindingnya terdapat guratan kaligrafi Alquran. Demikian pula pada menaranya. De sain bangunan utama Bait Alquran meng ambil inspirasi dari masjid tertua di Bah rain, Masjid al-Khamis. Cagar budaya itu di duga telah berdiri sejak abad ke-12 Masehi.

Bait Alquran terdiri atas lima lantai. Lantai pertama disebut juga dengan majlis atau aula. Selanjutnya, ada sebuah kawasan khusus tempat berdirinya Masjid Abdul Latif Jassim Kanoo. Luasnya masjid tersebut dapat menampung hingga 150 orang jamaah.

Kubahnya berbahan dasar kaca, sehingga memantulkan kesan elegan pada bagian aula Bait Alquran. Mihrabnya dilapisi keramik berwarna biru dengan hiasan bercorak geometris yang berpadu dengan kaligrafi ayat-ayat suci Alquran dengan gaya Kufi.

Lantai kedua ber fungsi sebagai perpus takaan. Di da lam nya terdapat lebih dari 20 ribu buku serta manus krip-manuskrip dalam ber ba gai bahasa.

Kebanyakan membahas seputar agama Islam, sedangkan lainnya bertema pengetahuan umum atau seni bu daya. Adapun lantai ketiga merupakan Auditorium Mohammed bin Khalifa bin Salman. Sebagaimana Masjid Kanoo, daya tampungnya mencapai 150 orang.

Lantai keempat adalah semacam madrasah tempat studi Alquran, yakni Yusuf bin Ahmad Kanoo School. Kelas- kelasnya mencakup khusus untuk anak- anak hingga peneliti aka de mis. Murid atau mahasiswa laki-laki dan pe rem puan di tempatkan secara terpisah.

Akhirnya, pusat Bait Al quran terletak di lantai lima, yakni Museum al- Hayat. Lan taran fungsi utamanya, Mu seum al-Hayat terbagi menjadi dua lantai. Di sini lah di pamerkan manuskrip- manuskrip langka yang memuat ayat-ayat suci Al quran. Ko leksinya ber asal mu lai dari abad per tama Hijriyah, yakni manuskrip Makkah, Madinah, Damaskus, dan Baghdad.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement