Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Dompet Dhuafa: Pertumbuhan Zakat Bukti Kesadaran Agama

Kamis 04 Jan 2018 04:47 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kesadaran umat Islam dalam membayar zakat melalui lembaga amil zakat semakin positif. Terbukti, sepanjang 2017 pertumbuhan perzakatan nasional naik sebesar 20 persen.

Direktur Dompet Dhuafa Imam Rulyawan menilai pencapaian tersebut cukup membuktikan kesadaran keagamaan masyarakat. "Kesadaran agama yang perlu disyukrui, artinya yang pernah membayar zakat rutin tahun lalu kemungkinan kecil tahun ini terus membayar zakat," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Jakarta, Rabu (3/12).

Menurutnya, kerutinan seseorang membayar zakat bisa menjadi ketenangan batin dan memberikan manfaat bagi kaum yang membutuhkan. Jadi selesu apapun kondisi lembaganya atau pekerjaan karena sudah membayar zakat maka akan terus menerus membayar zakat, selain kewajiban bisa memberikan manfaat apabila penyalurannya ke lembaga profesional.

Kendati demikian, ia mengatakan pencapaian tersebut belum sejalan dengan potensi zakat di Indonesia. Mengingat berdasarkan data penelitian dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indonesia pada 2016 potensi zakat mencapai 286 triliun.

"Berbicara membayar zakat secara angka kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh walaupun percepatan tidak sesuai yang ditargetkan artinya potensi dan pengumpulan zakat sudah sangat jauh realisasi. Kalau kenaikan 20 persen itu rata-rata sebagai pertumbuhan angka wajar artinya dari sosialisasi dan komunikasi pentingnya membayar zakat itu dari lembaga amil sudah diberikan," ungkapnya.

Soal penyaluran, Dompet Dhuafa memfokuskan pada program pemberdayaan ekonomi. Setidaknya, lembaga amil ini sudah menyentuh kaum dhuafa di 33 provinsi.

"Prioritas penyaluran fakir miskin, gawat darurat dampingi pekerjaan membutuhkan biaya pengobatan disitulah dana dompet dhuafa masuk baik pendidikan ekonomi dan kesehatan aspek keadilan usaha," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA